Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

IMF Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Sebesar 3,3 Persen

IMF pangkas kembali pertumbuhan ekonomi sebesar 3,3 persen. Di mana, sebelumnya sebesar 3,4 persen pada Oktober 2019. Foto : Instagram @a...

IMF pangkas kembali pertumbuhan ekonomi sebesar 3,3 persen. Di mana, sebelumnya sebesar 3,4 persen pada Oktober 2019. Foto : Instagram @ardianprima_k

Berita24.com - Pada 2020 Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 3,3 persen dari proyeksi pada Oktober 2019 sebesar 3,4 persen. Proyeksi pertumbuhan ekonomi pada tahun lalu juga diturunkan dari 3 persen menjadi 2,9 persen, sedangkan tahun depan dari 3,6 persen menjadi 3,4 persen.

Walaupun begitu, IMF memproyeksikan pertumbuhan global tahun ini stabil meskipun masih lemah. Sebagian dari risiko global dinilai telah surut meski tetap menjadi ancaman tersendiri. Risiko itu salah satunya terkait kesepakatan perdagangan tahap I antara AS dan Tiongkok, serta keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit.

Di mana, kebijakan moneter yang dikeluarkan sejumlah negara untuk mendukung perekonomian pun berdampak positif. Selain itu, sektor manufaktur dan perdagangan juga di nilai telah melewati titik terendah.

Dilansir dari Katadata.co.id, Penasihat Ekonom dan Direktur Departemen Riset, Gita Gopinath mengatakan, dampak perang dagang yang semula diproyeksikan sebesar 0,8 persen produk domestik bruto global dapat turun menjadi 0,5 persen PDB. Hal tersebut, dengan catatan kesepakatan dagang tahap I mampu menjaga perdamaian AS dan Tiongkok cukup lama.

Selain itu,pada tahun ini pemulihan perekonomian global masih mengandalkan perbaikan ekonomi pada negara berkembang yang sempat tertekan di tahun lalu. IMF memproyeksikan ekonomi negara berkembang tumbuh 4,4 persen pada tahun ini, naik dari tahun lalu sebesar 3,7 persen. Proyeksi pada 2019 dan 2020 itu turun 0,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sedangkan, pada tahun depan, ekonomi negara berkembang diperkirakan tumbuh lebih tinggi sebesar 4,6 persen, walaupun lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 4,8 persen.

Mau Kuliah dengan Beasiswa? Klik Disini 

Penulis : Handayani 

Reponsive Ads