Persiapan prajurit sebelum keberangkatan KRI ke Laut Natuna Utara, Selat Lampa, Natuna. Foto: Antara Berita24.com – Panglima TNI, Yu...
![]() |
| Persiapan prajurit sebelum keberangkatan KRI ke Laut Natuna Utara, Selat Lampa, Natuna. Foto: Antara |
Berita24.com – Panglima TNI, Yudo Margono, menyatakan bahwa
Kapal Republik Indonesia (KRI) dalam posisi siaga tempur untuk menjaga
kedaulatan Indonesia.
“Ada dua KRI kita kerahkan
dan ditambah menjadi tiga menyusul besok, ini kita lakukan karena ada
pelanggaran kedaulatan di Laut Natuna,” ujar Panglima Komando Gabungan Wilayah
Pertahanan I Laksamana Madya TNI, Yudo Margono, Jumat, mengutip Antara.
Hal tersebut dilakukan menyusul serangan dari kapal-kapal China
yang berlayar di Laut Natuna dan mengeruk hasil Laut Natuna.
Berdasarkan pemantauan, ditemukan sebanyak 30 kapal
ikan China yang beroperasi di Laut Natuna dan dikawal oleh 3 kapal Coast Guard
milik China.
“Melalui udara tadi pagi kita telah pantau, ada 30 kapal
asing dan dikawal 3 kapal pengawas mereka dan mereka sengaja menghidupkan AIS
mereka, ini ada apa?” tambah Margono.
Dalam menjalankan operasi, Margono juga mengingatkan kepada
para prajurit untuk tidak terpancing dan diminta untuk mengutamakan cara persusasif
agar kapal asing dapat keluar dari Laut Natuna.
