Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

BPS Proyeksikan Sayuran dan Buahan Masih Diminati

Ilustrasi Bongkar Muat. Foto : Instagram @deodatusgirsang Berita24.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Memproyeksikan, secara kumulatif ...

Ilustrasi Bongkar Muat. Foto : Instagram @deodatusgirsang

Berita24.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Memproyeksikan, secara kumulatif impor nonmigas Indonesia pada Januari sampai Desember 2019 mencapai US$ 148,8 miliar atau turun sebesar 6,30 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar US$ 158 miliar. Selain itu, Tiongkok juga masih menjadi pemasok barang impor terbesar tahun lalu sebesar US$ 44,5 miliar.

Dilansir dari Katadata.co.id, Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, Tiongkok masih menjadi negara impor terbesar, yakni dengan peran hampir 30 persen.

Berdasarkan 10 besar komoditas HS 2 digit, sayuran menjadi komoditas yang mengalami peningkatan tertinggi di tahun 2019 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di mana, sayuran yang di impor dari Tiongkok diproyeksikan sekitar US$ 588,4 juta atau meningkat 11,67 persen dibandingkan tahun 2018 sebesar US$ 526,9 juta.

Barang impor lainnya dari Tiongkok juga tercatat mengalami peningkatan, seperti komoditas buah-buahan dengan kenaikan 9,83 persen dari US$ 741,4 juta menjadi US$ 814,2 juta. Disusul impor mesin dan perlengkapan mekanis sebesar 8,21 persen dari US$ 9,8 miliar menjadi US$ 10,6 miliar.

Selain itu, impor kendaraan dan bagiannya juga tercatat mengalami kenaikan sebesar 5,71 persen dari US$ 1,01 miliar menjadi US$ 1,07 miliar di tahun 2019. Komoditas plastik dan barang dari plastik juga mengalami peningkatan sebesar 3,45 persen menjadi US$ 1,81 miliar. Begitu juga dengan impor filamen buatan Tiongkok yang meningkat sebesar 3,36 persen menjadi US$ 997,8 juta pada tahun lalu.

Akan tetapi, ada juga beberapa barang impor asal Tiongkok yang turun pada tahun lalu, yakni bahan kimia organik yang turun 8,91 persen, mesin dan perlengkapan elektrik turun 8,43 persen, barang lainnya sebesar 4,61 persen, besi dan baja sebesar 3,61 persen, dan barang dari besi dan baja menurun sebesar  1,11 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Mau Kuliah dengan Beasiswa? Klik Disini

Penulis : Handayani

Reponsive Ads