Ketua BPK Agung Firman Sampurna. Foto : Instagram @bpkriofficial Berita24.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memproyeksikan kerugia...
![]() |
| Ketua BPK Agung Firman Sampurna. Foto : Instagram @bpkriofficial |
Berita24.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memproyeksikan kerugian sementara yang dialami oleh PT Asuransi Jiwasraya sebab penurunan nilai saham di produk reksadana yang mereka beli sebesar Rp 6,4 triliun.
Dilansir dari Antara.com, Ketua BPK Agung Firman Sampurna menjelaskan ada lebih dari lima ribu transaksi yang beragam dari saham dan reksadana. Mayoritas dana premi dari produk asuransi dan investasi Jiwasraya, yaitu JS Saving plan. Diinvestasikan di instrumen saham dan reksadana saham berkualitas rendah.
Selain itu, menurutnya dugaan sementara bahwa terdapat indikasi kongkalikong pemilihan instrumen investasi oleh manjemen Jiwasraya dan Manajer Investasi.
Agung mengatakan, diluar reksadana ada transaksi saham berkualitas rendah dan tak likuid sampai sebesar Rp 4 triliun. Sedangkan, Jiwasraya juga membeli instrumen utang berisiko tinggi seperti surat utang jangka menengah (medium terms notes/MTN) dari sebuah emiten properti.
Ia mengatakan, pihaknya sedang memeriksa kembali terkait penempatan investasi yang salah. Di mana, salah satu yang tengah ditindaklanjuti adalah manajer investasi saham yang kurang baik.
Penulis : Handayani
