Pameran Paraswasa - Lampaui Batas Praduga, di aula Gedung Student Center UIN Syarif Hidayatullah. Foto : Berita24/Ahmad Tri Hawaari Ber...
![]() |
| Pameran Paraswasa - Lampaui Batas Praduga, di aula Gedung Student Center UIN Syarif Hidayatullah. Foto : Berita24/Ahmad Tri Hawaari |
Berita24.com - Komunitas Mahasiswa Fotografi Kalacitra menggelar pameran fotografi 'Paraswasa - Lampaui Batas Praduga' dengan jumlah 190 foto dengan 19 pameris di aula Gedung Student Center UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Tema 'Paraswasa - Lampaui Batas Praduga' merepresentasikan keterbatasan yang ada dalam hidup setiap insan. Keterbatasan yang kadang kala membuat seseorang merasa terasing dan terbatas ruang geraknya.
Dari keterbatasan yang ada inilah, inividu atau kelompok mampu menunjukkan kekuatan sehingga dapat melawan dan menjadi inspirasi bagi orang lain untuk melapaui batas yang mereka miliki.
Komunitas Mahasiswa Fotografi Kalacitra percaya, fotografi bukan sekedar memvisualkan beragam peristiwa. Foto dapat menciptakan rasa dan makna yang mendalam. Sebagai penerus pendahulu, mereka tak ingin berhenti berkreasi, memvisualisasi setiap imaji.
![]() |
| Pameran Paraswasa - Lampaui Batas Praduga, di Lapangan Student Care UIN Syarif Hidayatullah. Foto : Berita24/Ahmad Tri Hawaari |
'Paraswasa - Lampaui Batas Praduga' merekam jelas perjalanan Komunitas Mahasiswa Fotografi Kalacitra, mulai dari Kisah Mutiara yang Terpendam, Saxophone Ibukota, Pianika Ditengah Jalan, Inside Albanism, Penari Down Syndrom, Garuda INAF, Disabilitas 4.0, Pengrajin Rotan Katedral, Cahayanya Kembali, Cadar Kesucian, Spiderverse, Aku Badut Indonesia, Day Care, Manusia Gerobak, Pencari Suaka, dan lain-lain.
Paraswasa, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Paras artinya wajah, rupa atau muka. Wasa dalam bahasa Sansekerta artinya 'yang berkekuatan'. Maka dalam konteks ini, Paraswasa artinya kemampuan seseorang untuk mencapai apa yang dicita-citakan menurut persepsi dirinya sendiri.

