Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

RSPO Tak Mampu Meningkatkan Pasar Komoditas Perkebunan

Ilustrasi Kelapa Sawit. Foto : Instagram @kvn_dvnda Berita24.com - Produsen minyak sawit di tanah air mengatakan sertifikat minyak sa...


Ilustrasi Kelapa Sawit. Foto : Instagram @kvn_dvnda

Berita24.com - Produsen minyak sawit di tanah air mengatakan sertifikat minyak sawit berkelanjutan sesuai dengan standar Rountable Sustainable Palm Oil (RSPO) yang dituntut oleh negara konsumen tak mampu meningkatkan pasar komoditas perkebunan tersebut.

Dilansir dari Antara.com, Pengamat Perkelapasawitan, Maruli Gultom menjelaskan, seharusnya sertifikasi tersebut memberikan nilai tambah bagi pesertanya. Namun, faktanya sangatlah berbeda. Dimana, setiap tahun penjualan minyak sawit di pasar global dibawah 50% yang berakibat oversuplai dan tak adanya premium price bagi konsumen. Akan tetapi, produsen sudah memenuhi prinsip dan kriteria sertifikat berkelanjutan sesuai permintaan negara maju terutama Eropa.

Menurutnya, masih saja terjadi penolakan terhadap minyak sawit di Eropa dengan menggunakan isu-isu lingkungan atau kesejahteraan tenaga kerja. Hal tesebut bukanlah persoalan merusak lingkungan tetapi persaingan energi dengan produk minyak nabati yang diproduksi Eropa, misalnya kedelai, rapeseed, serta bunga matahari.

Maruli Gultom menambahkan RSPO tak membela kepentingan industri sawit baik produden dan petani, walaupun mereka dituntut menjadi anggota yang dibebani juga untuk membayar iuran.

Mau Kuliah dengan Beasiswa? Klik Disini

Penulis : Handayani

Reponsive Ads