Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

Jokowi Berikan Peringatan Untuk Kurangi Defisit Neraca

ilustrasi ekspor-impor. Foto : Instagram @pasi_spice Berita24.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca dagang per Januari-Sept...

ilustrasi ekspor-impor. Foto : Instagram @pasi_spice

Berita24.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca dagang per Januari-September 2019 mengalami defisit sebesar 1,9 miliar dolar AS. Hal tersebut, membuat Presiden Jokowi memberikan peringatan kepada seluruh menterinya untuk mengurangi defisit neraca dagang yang telah terjadi pada 2018 lalu.

Dilansir dari Republika.co.id, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah telah menandai 10 komoditas ekspor utama serta 10 komoditas impor utama. Selain itu, Jokowi juga memberikan arahan agar industri substitusi impor dapat diberikan dorongan.

Khusus untuk program jangka pendek yakni dengan mengurangi neraca dagang. Beberapa program juga telah disiapkan diantaranya implementasi B30 trial Desember dan implementasi awal Januari. Serta titik distribusi yang tetap, sampai pelaksanaannya menjadi lebih mudah. Selain itu, pengganti Peraturan Presiden (Perpres) Daftar Negatif Investasi (DNI) akan diluncukan juga pada Januari 2020.

Pemerintah akan mengutamakan gasifikasi batubara untuk substitusi impor produk elpiji. Dimana, investor yang telah membangun gasifikasi pengganti elpiji akan diberikan insentif.

Selain itu, pemerintah telah menyelesaikan konversi utang menjadi ekuitas untuk PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Hal tersebut diharapkan dapat mengurangi impor produk petrokimia.

Airlangga juga tengah memastikan Pemerintah sedang menyiapkan peraturan tarif safeguard dan antidumping. Dimana, Beleid terkait safeguard tersebut diberikan Jokowi dalam bentuk bea masuk sebagai tindakan pengamanan sementara untuk impor bahan baku tekstil. Kebijakan tersebut juga sebagai pelindung tarif terhadap komoditas yang menjadi bahan baku untuk industri tekstil.

Mau Kuliah dengan Beasiswa? Klik Disini

Penulis : Handayani

Reponsive Ads