Ilustrasi Rupiah. Foto : instagram @vonnytriameilany Berita24.com - Pada penutupan perdagangan (28/10) nilai tukar rupiah menguat 0,07%...
![]() |
| Ilustrasi Rupiah. Foto : instagram @vonnytriameilany |
Berita24.com - Pada penutupan perdagangan (28/10) nilai tukar rupiah menguat 0,07% menjadi Rp 14.027 per dolar Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari Katadata.co.id, berdasarkan data Bloomberg, Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri ,Rully Arya Wisnubroto mengaku, penguatan tersebut didorong oleh faktor global. Dimana, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), mata uang Garuda naik 43 poin dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin yakni menjadi Rp 14.064 per dolar AS. Hal tersebut karena ada ekspektasi penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral AS, The Fed pada akhir Oktober yang kian menguat.
Ia juga memproyeksikan, The Fed menurunkan suku bunga acuannya (Fed Fund Rate/FFR) sebesar 25 basis poin (bps). Saat ini, FFR berada dikisaran 1,75%-2%. Ia mengaku, bank sentral AS berpotensi menurunkan FFR untuk mengantisipasi dampak dari melambatnya pertumbuhan ekonomi global.
Dimana, Bank Dunia kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,1% menjadi 5% pada tahun ini. Dan prediksi tahun depan yang akan turun 5,2% menjadi 5,1%. Pemangkasan itu terkait dengan kondisi ekonomi global yang kian tak pasti.
Oleh sebab itu, Bank Indonesia (BI) juga memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuannya (7-DRRR) sebesar 25 basis poin menjadi 5%. Sejak awal tahun ini, BI telah memangkas bunga acuan sebanyak empat kali atau sebesar 1%.
Penulis : Handayani
