Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

Perry Warjiyo : Pembiayaan Pasar Modal Masih Kuat

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto : instagram @starirwaysnews Berita24.com - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pada Agustus ...

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto : instagram @starirwaysnews

Berita24.com - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pada Agustus 2019 penyaluran kredit perbankan sebesar Rp 5.880,7 triliun, tumbuh 8,6 persen dibandingkan pada periode tahun lalu. Pertumbuhan kredit itu melambat dibandingkan Juli 2019 yang hanya sebesar 9,7 persen secara tahunan.

Dilansir dari Katadata.co.id, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan pembiayaan dari pasar modal masih kuat, pembiayaan korporasi juga banyak dari pasar modal. Dimana, penerbitan obligasi efek berangun aset maupun sukuk hingga September 2019 tumbuh sebesar 28,1 persen secara tahunan. Penerbitan surat utang jangka pendek atau medium term note (MTN) tercatat juga tumbuh sebesar 17,3 persen.

Walaupun begitu, penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) dan Right Issue tidak cukup tumbuh, sebab kondisi pasar yang kurang memadai. Dimana, IPO hanya tumbuh sebesar 5,1 persen sampai September 2019.

Menurutnya, kebijakan BI dalam menurunkan suku bunga, pelonggaran likuiditas dan penguatan kebijakan makroprudensial tersebut berhasil, sehingga mampu mendorong peningkatan pembiayaan dari pasar modal.

Perry pun berharap, ke depannya pertumbuhan kredit dapat lebih baik lagi dan mampu ikut mendorong pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020. Ia juga optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan akan menuju titik tengah 5,1%-5,5% atau berada dikisaran 5,3%.

Oleh sebab itu, diharapkan pemerintah dapat terus melakukan stimulus fiskal, mendorong infrastruktur, pariwisata, dan pemangkasan izin agar investasi dapat tumbuh lebih tinggi.

Perry menambahkan, saat ini, pertumbuhan ekonomi domestik masih dipengaruhi oleh perekonomian yang belum kondusif. Pertumbuhan ekspor memang sedikit membaik, akan tetapi masih mengalami kontraksi di tengah permintaan global dan harga komoditas global yang menurun.

Mau Kuliah dengan Beasiswa? Klik Disini

Penulis : Handayani

Reponsive Ads