Ilustrasi Aplikasi Tamasia. Berita24.com - Harga emas terus menanjak membuat pertumbuhan pembelian emas di platform jual beli emas dig...
![]() |
| Ilustrasi Aplikasi Tamasia. |
Berita24.com - Harga emas terus menanjak membuat pertumbuhan pembelian emas di platform jual beli emas digital yakni Tamasia juga melesat.
Dilansir dari Republika.co.id, CEO PT Tamasia Global Sharia, Muhammad Assad mengatakan antusias masyarakat semakin tinggi karena kenaikan harga. Orang indonesia justru makin mahal makin dikejar.
Ia mengatakan, kenaikan pembelian emas Tamasia berkisar antara 30-50 persen dalam tiga bulan terakhir dimana biasanya hanya berkisar 10%. Puncaknya terjadi pada bulan Agustus 2019 saat pertumbuhan bulanan mencapai 50%.
Assad memproyeksikan harga emas dapat mencapai Rp 800-900 ribu di akhir tahun. Hal itu karena kondisi ekonomi dunia yang kian tak stabil, sehingga semakin banyak yang memilih instrumen pelindung nilai yakni emas.
Sedangkan, jumlah bank sentral di dunia juga menurunkan suku bunganya. Hal itu membuat masyarakat cenderung menarik dana dari bank. Masyarakat lebih memilih penempatan pada investasi. Akan tetapi, kondisi indeks saham yang terus menurun membuat peminatnya berkurang.
Ditambah, gaya hidup syariah yang terus menjamur, artinya komunitas Muslim punya kecenderungan untuk menempatkan dananya pada instrumen yang aman dan sesuai dengan syariah. Tamasia pun punya posisi strategis. Sebab mendeklarasikan diri sebagai platform jual beli emas syariah.
Menurutnya, selain faktor harga, peningkatan pembelian emas juga semakin luas jaringan Tamasia setelah bekerja sama dengan beberapa pihak. Tamasia akan segera masuk pada ekosistem Grab yang akan memperluas jangkauan pasar.
Tamasia memliki dua produk, yaitu tabungan emas dan cicilan emas. Dimana, tabungan emas punya porsi lebih besar 80%. Pertumbuhannya pun lebih pesat dibandingkan cicilan emas sebab terjangkau mulai pembelian Rp 10 ribu.
Sejumlah strategi pun dipersiapkan oleh Tamasia, yakni selain meningkatkan partnership, Tamasia juga fokus pada kampanye sesuai sasaran pasarnya, yaitu milenial, baik melalui sosial media ataupun kampanye berjuang mahar.
Penulis : Handayani
