ilustrasi tanaman tembakau. Foto : instagram @boleh_merokok Berita24.com - Ketua Koalisi Indonesia Bebas Tar (Kabar) Ariyo Bimmo menyar...
![]() |
| ilustrasi tanaman tembakau. Foto : instagram @boleh_merokok |
Berita24.com - Ketua Koalisi Indonesia Bebas Tar (Kabar) Ariyo Bimmo menyarankan kepada pemerintah untuk membuat regulasi terkait produk tembakau alternatif.
Dilansir dari Antara.com, Ariyo mengatakan, masalah yang terjadi akibat penyalahgunaan rokok elektrik di Amerika Serikat, seharusnya menjadi momentum bagi Indonesia untuk melakukan kajian mendalam bagi produk tembakau alternatif. Hasil kajian itu diharapkan dapat menjadi referensi untuk menyusun regulasi.
Menurutnya, pemerintah harus merespon permasalahan yang terjadi di Amerika Serikat, yakni dengan mendorong penbentukan regulasi.
Untuk saat ini, pemerintah baru mengatur produk tembakau alternatif, yakni dengan penetapan tarif cukai hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) sebesar 57%. Dimana, ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146/PMK.010/2017.
Akan tetapi, menurut Ariyo, peraturan yang ada saat ini belum cukup kuat untuk mengatur produk tembakau alternatif. Sebab, regulasi baru yang cakupannya lebih rinci akan menutup celah terhadap penyalahgunaan produk tembakau alternatif, seperti untuk narkoba dan di konsumsi oleh anak di bawah usia 18 tahun.
Oleh sebab itu, Ariyo berharap, pembuatan regulasi baru tersebut diharapkan berdasarkan dengan kajian ilmiah, dimana Indonesia yang masih minim akan kajian ilmiah terkait produk tembakau alternatif.
Mau Kuliah dengan Beasiswa? Klik Disini
Penulis : Handayani
