Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

Anies Baswedan Kunjungi IIBF 2019 di JCC Senayan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Indonesia International Book Fair (IIBF) di JCC Senayan, Jakarta Pusat. (7/9) Foto : Berita24/Ahma...

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Indonesia International Book Fair (IIBF) di JCC Senayan, Jakarta Pusat. (7/9) Foto : Berita24/Ahmad Tri Hawaari
Berita24.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menghadiri acara Indonesia Internasional Book Fair (IIBF) 2019 di Balai Sidang Jakarta (JCC) – Hall A, Senayan, Jakarta Pusat pada Sabtu (7/9).

IIBF tahun ini merupakan acara ke-39 sejak Ikapi (Ikatan Penerbit Indonesia) menggelarnya pertama kali pada 1980. Semula menyandang nama Indonesia Book Fair (IBF), sejak 2014 acara ini bertransformasi menjadi Indonesia International Book Fair (IIBF). 

Di dalamnya, tercakup kegiatan perbukuan berupa promosi, transaksi, diskusi, dan interaksi kalangan penerbit, penulis, pustakawan, aktivis literasi, seni, budaya, pendidikan, dan pelaku industri kreatif lainnya.

Tahun lalu, pada IIBF 2018, jumlah buku Indonesia yang terjual untuk diterjemahkan ke dalam bahasa asing sebanyak 26 judul. Selain itu, terdapat 105 judul lainnya yang diminati dan proses transaksi berjalan setelah acara IIBF berlangsung.
Suasana IIBF 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat. Foto : Berita24/Ahmad Tri Hawaari
Negara pembeli dan peminat buku-buku Indonesia pada saat itu adalah Singapura, Malaysia, Inggris, Turki, Srilangka, Jepang, Maroko, China, Taiwan, Belanda, dan Korea Selatan. Sementara, peminat yang datang tahun ini berasal dari Albania, Australia, Mesir, AS, Iran, Turki, Jamaika, China, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Pakistan, Korea Selatan, dan Jerman.
 
Ketua Panitia IIBF 2019 Djadja Subagdja mengatakan kehadiran peserta manca negara adalah wujud dari pemikiran bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk menjadi tuan rumah yang menarik untuk dikunjungi. "Pemikiran ini muncul setelah kita menjadi tamu yang memesona dalam beberapa pameran buku internasional di Frankfurt, London, Singapura, dan Kuala Lumpur," katanya. 

Di sisi lain, panitia juga menjalankan amanat Renstra Ikapi untuk menghadirkan perhelatan yang menjadi sarana promosi dan komunikasi para penerbit dalam negeri. Ikapi juga tidak boleh lelah melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mengedukasi masyarakat untuk mencintai buku. 

“IIBF 2019 tetap menjadi pameran yang mengakomodasi kepentingan bisnis B2B dan B2C para penerbit,” ujar Djadja. Istilah B2B merujuk pada kegiatan business to business atau transaksi sesama penerbit, sedangkan B2C mengarah kepada business to costumer atau antara penerbit dan pembaca. 

Penulis : Rizqa Fajria

Reponsive Ads