Ilustrasi. Foto: dlife.com Berita24.com – Sebuah studi menunjukkan wanita menopause dengan diabetes tipe 2 mungkin menghadapi lebih ...
![]() |
| Ilustrasi. Foto: dlife.com |
Berita24.com – Sebuah studi menunjukkan wanita menopause dengan
diabetes tipe 2 mungkin menghadapi lebih banyak masalah tidur, dilansir Reuters.
Survei pada penelitian ini mencakup pertanyaan
tentang kesehatan, menopause, karakteristik tidur dan latar belakang. Usia
rata-rata peserta adalah 50 tahun, dan lebih dari setengahnya kelebihan berat
badan. Sekitar 20% adalah premenopause, 35% menopause dini atau terlambat dan
46% postmenopause dan 38% menderita diabetes tipe 2.
Hasilnya, diantara 164 wanita paruh baya yang
menyelesaikan survei, mereka yang menderita diabetes memiliki rata-rata 10
gejala yang berkaitan dengan gangguan tidur, sementara mereka yang tidak
menderita diabetes rata-rata hanya sekitar 7 gejala. Sedangkan gejalanya
dinilai lebih parah pada wanita dengan diabetes, tim peneliti melaporkan dalam
jurnal Menopause.
“Gejala yang berhubungan dengan tidur adalah salah
satu gejala yang paling sering dilaporkan di antara wanita paruh baya dalam
transisi menopause di seluruh kelompok ras/etnis,” kata Eun-Ok Im dari Sekolah
Keperawatan Universitas Duke di Durham, North Carolina, Amerika Serikat, yang
memimpin penelitian.
Gejala seperti berkeringat di malam hari dan sering
buang air kecil yang menyebabkan wanita bangun beberapa kali di malam hari,
sering dialami oleh wanita menopause dengan diabetes.
Selain itu, gejala lainnya yang sering ditemukan
ialah sakit kepala, kelelahan dan gelisah, membuat kualitas tidur wanita
menopause dengan diabetes menjadi buruk.
Eun-Ok Im menyarankan, bagi wanita menopause dengan
gejala diabetes dan mengalami gangguan tidur, disarankan untuk memeriksakan
diri ke dokter, agar mendapat penanganan lebih lanjut.
