Tanaman ganja yang akan diproses menjadi produk medis. Foto: Leafly Berita24.com – Pemerintah Thailand akan mendistribusikan sekitar...
![]() |
| Tanaman ganja yang akan diproses menjadi produk medis. Foto: Leafly |
Berita24.com – Pemerintah Thailand akan mendistribusikan sekitar
10.000 botol minyak ganja untuk pasien rumah sakit, Kamis (1/8) dilansir Reuters.
Penggunaan ganja untuk kesehatan secara resmi tersebut,
merupakan yang pertama kalinya sejak undang-undang yang melegalkannya mulai
berlaku tahun ini.
Organisasi Farmasi Pemerintah (GPO) akan mengirimkan
4.500 botol minyak ganja 5ml ke Kementerian Kesehatan Masyarakat untuk
didistribusikan ke rumah sakit pada 7 Agustus untuk sekitar 4.000 pasien
terdaftar, sisa 5.500 botol akan didistribusikan secara bertahap, ujar direktur
pelaksana GPO, Withoon Danwiboon.
Thailand, yang memiliki tradisi menggunakan ganja
untuk menghilangkan rasa sakit dan kelelahan, telah melegalkan ganja untuk
penggunaan medis dan penelitian untuk membantu meningkatkan pendapatan
pertanian.
Minyak ganja akan digunakan untuk mengobati pasien
yang menderita mual akibat kemoterapi, epilepsi, sakit serta nyeri. Selain itu,
pasien dengan Parkinson, Alzheimer dan lainnya juga akan mendapat manfaat dari ganja.
GPO akan mulai menanam tanaman ganja sesi kedua pada
akhir bulan ini dan pada awal 2020. Pihaknya berencana untuk memperluas
produksi ke budi daya rumah kaca dan bertujuan untuk memproduksi
150.000-200.000 botol minyak ganja.
Selama lima tahun, investor asing dan pengimpor
ganja akan dilarang agar industri dan pertanian ganja dalam negeri dalam meningk.
Universitas Rangsit Thailand mengatakan pada hari
Jumat bahwa mereka telah menghasilkan empat jenis produk ganja yang dapat
digunakan secara medis.
