Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto : Instagram @smindrawati. Berita24.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelas...
![]() |
| Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto : Instagram @smindrawati. |
Berita24.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, masih mempertimbangkan penyertaan anggaran khusus untuk pemindahan ibu kota negara dalam Rancangan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020. Hal tersebut karena, mengingat infrastruktur dasar Kaltim sebagai ibu kota baru ditargetkan akan dibangun pada akhir tahun depan.
Dilansir dari Katadata.co.id, Sri Mulyani mengatakan, rencana pembangunan infrastruktur di ibu kota baru masih dalam bentuk kajian kementerian tersebut. Oleh sebab itu, pihaknya masih akan melihat bagaimana perkembangan kajian itu.
Berdasarkan kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas, rencananya pemindahan ibu kota negara akan menelan biaya yakni mencapai Rp 466 triliun. Dari jumlah itu, 19,2 persen dari total pembiayaan akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dan sisanya akan didanai menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan ditanggung pihak swasta.
Sri Mulyani pun menambahkan, terkait pemindahan ibukota, harus dipikirkan juga bagaimana nasib seluruh aset negara yang ada di Jakarta. Serta, inventarisasi dan pelaksanaan proyek pemindahan ibu kota negara agar dapat berjalan dengan lancar.
Mau Kuliah dengan Beasiswa? Klik Disini
Penulis : Handayani
