Para pencari suaka yang tinggal di lahan eks Kodim Kalideres, Jakarta Barat. Foto : Berita24/Ahmad Tri Hawaari Berita24.com - Mulai ha...
![]() |
| Para pencari suaka yang tinggal di lahan eks Kodim Kalideres, Jakarta Barat. Foto : Berita24/Ahmad Tri Hawaari |
Berita24.com - Mulai hari ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menghentikan bantuan logistik kepada ribuan pencari suaka yang berada di lokasi penampungan eks lahan Kodim Kalideres, Jakarta Barat. (1/8)
Meski mereka sudah tidak lagi mendapatkan logistik, mereka masih diizinkan untuk tinggal di lokasi penampungan untuk sementara dan tetap mendapatkan air bersih untuk kebutuhan air minum dan MCK.
Meski mereka sudah tidak lagi mendapatkan logistik, mereka masih diizinkan untuk tinggal di lokasi penampungan untuk sementara dan tetap mendapatkan air bersih untuk kebutuhan air minum dan MCK.
Pemberian bantuan logistik kepada para pencari suaka kini diserahkan kepada United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) selama satu minggu ke depan hingga tanggal 7 Agustus 2019.
![]() |
| Para pencari suaka yang melakukan pendataan di Kalideres, Jakarta Barat. Foto : Berita24/Ahmad Tri Hawaari |
Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Irmansyah mengatakan, bantuan logistik yang selama ini diberikan adalah bentuk kepedulian atas nama kemanusiaan, untuk penanganan lebih lanjut adalah tanggung jawab UNHCR.
"Bantuan kita kan dasarnya kemanusiaan bukan suatu kewajiban, karena kita lihat kondisi mereka di lapangan membutuhkan itu dan berdasarkan keputusan Pak Gubernur," ujarnya saat ditemui di lokasi penampungan pencari suaka di Kalideres, Jakarta Barat.
Penulis : Rizqa Fajria

