Krisis air di India. Foto: mediaindia.eu Berita24.com – Sebuah penelitian di 15 kota di Asia Selatan, Afrika dan Amerika Selatan men...
![]() |
| Krisis air di India. Foto: mediaindia.eu |
Berita24.com – Sebuah penelitian di 15 kota di Asia Selatan,
Afrika dan Amerika Selatan menunjukkan bahwa mereka mengalami krisis air,
dilansir Asia Times.
Asia Selatan, Afrika, dan Amerika Selatan, terus
kehabisan air minum dan sulit untuk mengakses dan menjangkau air bersih.
Penelitian mengatakan krisis air sangat ‘diremehkan’
dan langkah memprivatisasi pasokan air di beberapa tempat tertentu telah
memperburuk masalah tersebut.
Di 12 dari 15 kota yang menjadi fokus studi ini,
rumah tangga yang terhubung dengan air pipa dari otoritas kota hanya menerima
air sangat sedikit.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa biaya
investasi dalam air minum yang aman di daerah perkotaan sekitar US $ 141 miliar
selama 5 tahun. Namun, studi tersebut menemukan bahwa total kerugian ekonomi
akibat air yang tidak memadai dan biaya sanitasi adalah $ 260 miliar per tahun.
Konsekuensi krisis air membuat orang mulai mengambil
air tanah ketika mereka tidak dapat mengakses air minum melalui pipa. Seperti
dilaporkan bulan lalu, bukti tersebut mengkonfirmasi studi yang memperingatkan
bahwa negara-negara seperti India tengah menghadapi kiamat air.
