Anak-anak pengungsi Rohingya bermain di kamp pengungsi di distrik Bazar, Cox, Bangladesh. Foto: Reuters Berita24.com – Pemerintah Ba...
![]() |
| Anak-anak pengungsi Rohingya bermain di kamp pengungsi di distrik Bazar, Cox, Bangladesh. Foto: Reuters |
Berita24.com – Pemerintah Bangladesh menyatakan akan mengeraskan
sikapnya terhadap pengungsi Rohingya dari Myanmar yang saat ini tengah mengungsi
di Bangladesh.
Dilansir dari BBC News, Menteri Luar Negeri Abdul
Momen, mengatakan bahwa Bangladesh tidak dapat terus menanggung beban ekonomi akibat
adanya pengungsi Rohingya. Akan tetapi, Momen tidak mengatakan dengan tepat
bagaimana kebijakan akan berubah terhadap para pengungsi.
Para pejabat mengatur bus untuk mulai memulangkan
para pengungsi, pada Kamis (22/8). Namun, rencana itu gagal karena tidak ada
satu-pun pengungsi yang ingin kembali ke Myanmar secara sukarela.
Selain memulangkan pengungsi, dua pria Rohingya
ditembak mati oleh polisi dalam baku tembak di sebuah kamp pengungsi di distrik
Bazar, Cox, Bangladesh.
Para pejabat mengatakan bahwa kedua pengungsi yang
ditembak itu diduga membunuh Omar Faruk, seorang pejabat dari partai Liga Awami
yang berkuasa.
“Kedua pria itu meninggal ketika mereka dilarikan ke
rumah sakit,” kata inspektur polisi setempat Rasel Ahmad.
Sebelumnya, lebih dari 740.000 pengungsi Rohingya di
kamp-kamp Bangladesh melarikan diri dari negara bagian Rakhine, Myanmar pada
Agustus 2017, setelah serangan militer kejam terhadap minoritas Muslim Rohingya
di sana.
