Pekerja aula pernikahan memeriksa setelah ledakan bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan. Foto: Reuters Berita24.com – 63 orang tewas ...
![]() |
| Pekerja aula pernikahan memeriksa setelah ledakan bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan. Foto: Reuters |
Berita24.com – 63 orang tewas dan 182 orang luka-luka akibat
ledakan bom bunuh diri di sebuah acara pernikahan di Kabul, Afghanistan pada
Sabtu malam (17/8), dilansir Reuters.
Atas kejadian tersebut, kelompok Taliban membantah tuduhan
sebagai pelaku dari ledakan itu.
Menurut juru bicara kementerian dalam negeri, Nasrat
Rahimi, Minggu (18/8), sebagian dari korban ialah wanita dan anak-anak.
Gambar yang diposting di media sosial menunjukkan
tubuh korban berserakan di tengah meja dan kursi yang porak-poranda di aula
pernikahan.
“Semua orang berlari,” ujar seorang pelayan di aula,
Sayed Agha Shah, setelah ledakan. “Beberapa pelayan kami terbunuh dan terluka.”
Imbuhnya.
Sementara, serangan terjadi ketika Taliban dan
Amerika Serikat (AS) sedang berusaha untuk menegosiasikan kesepakatan mengenai
penarikan pasukan AS dari Afghanistan sebagai imbalan atas komitmen Taliban
pada pembicaraan keamanan dan perdamaian dengan pemerintah yang didukung AS.
Hal itu dilakukan atas serangan bom di sebuah masjid
di Pakistan pada hari Jumat yang menewaskan saudara lelaki pemimpin Taliban,
Haibatullah Akhundzada. Sedangkan tidak ada yang mengaku untuk bertanggung
jawab atas ledakan yang telah menewaskan empat orang dan melukai sekitar 20
orang tersebut.
Ledakan di acara pernikahan juga sebelumnya terjadi di
Kabul pada November dan menewaskan 40 orang.
