Seorang perawat tengah merawat pasien yang terinfeksi demam berdarah di Bangladesh. Foto: SRN News Berita24.com – Setidaknya 14 oran...
![]() |
| Seorang perawat tengah merawat pasien yang terinfeksi demam berdarah di Bangladesh. Foto: SRN News |
Berita24.com – Setidaknya 14 orang meninggal dan lebih dari 17.000
orang terserang virus demam berdarah di Bangladesh, dilansir Reuters.
Angka tersebut membuat tahun 2019 menjadi tahun terburuk
sejak epidemi pertama yang tercatat pada tahun 2000.
Rumah sakit-rumah sakit di Dhaka, ibukota Bangladesh
yang dihantam wabah paling parah dan dihuni lebih dari 20 juta orang, berjuang
untuk menemukan ruang sebanyak mungkin untuk menampung orang dengan gejala
seperti demam tinggi, muntah dan nyeri sendi, menurut pejabat kesehatan.
Pemerintah telah meluncurkan inisiatif untuk
mengendalikan penyebaran penyakit yang ditularkan nyamuk, dari kampanye
kesadaran hingga upaya untuk membunuh larva nyamuk, menurut Menteri Kesehatan
Zahid Maleque.
Demam berdarah adalah umum di Asia Selatan, terutama
selama musim hujan yang berlangsung dari Juni hingga September.
Secara global, jumlah kasus demam berdarah turun
pada 2017-2018, tetapi ada peningkatan tajam pada 2019, terutama di Australia,
Kamboja, Cina, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Vietnam.
Virus dengue disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti
yang telah berkembang pesat seiring dengan urbanisasi dan globalisasi karena
berkembang di kota-kota mega tropis dan mudah menyebar pada tempat-tempat
dengan genangan air kecil.
