Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

OJK Mulai Awasi Risiko Kredit Bank Dari Potensi Default

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana. Foto : Tirto.id Berita24.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengawasi r...

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana. Foto : Tirto.id

Berita24.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengawasi risiko kredit perbankan, hal tersebut dilakukan setelah terdapat kabar potensi gagal bayar (default)  instrumen pembiayaan dari anak usaha Duniatex Group dimana perusahaan tekstil yang memiliki eksposur kredit terhadap sejumlah bank nasional. 

Dilansir dari Antara.com, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana mengatakan, kami pasti cermati beberapa debitur yang terancam gagal bayar. Untuk sejauh ini, masalah masing-masing perusahaannya. Akan tetapi, yang harus di cermati ialah berapa pengaruhnya terhadap bank. 

Untuk saat ini, OJK sedang mengawasi dampak dari perang dagang dan perlambatan perekonomian dunia terhadap kinerja masing-masing bank di Indonesia. Karena menurutnya, berdasarkan penilaian terhadap risiko kredit perbankan industri atau secara keseluruhan belum terlihat dampak perang dagang yg signifikan terhadap kinerja masing-masing industri perbankan,  serta belum terlihat juga dampaknya terhadap rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL).

Pernyataan Heru terkait menanggapi informasi dari pasar keuangan internasional bahwa anak usaha Duniatex yang gagal dalam membayar kewajiban instrumen pembiayaan. Dimana, PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) sebagai salah satu kreditur dari Duniatex. Kredit Duniatex yang telah disalurkan sebesar Rp459 miliar. Pinjaman tersebut terdiri dari kredit sindikasi sebesar Rp301 miliar dan juga kredit bilateral sebesar Rp158 miliar. 

Menurut Direktur Manajemen Risiko BNI, Bob Tyasika Ananta menjelaskan, BNI menegaskan hingga jangka waktu kewajiban Duniatex periode Juni 2019, pembayaran angsuran kredit masih normal atau tergolong kolektabilitas tahap pertama. 

Bob pun menambahkan, Bank BNI baru saja terjadi seperti itu, dan sedang di bicarakan dengan pemiliknya untuk mencarikan investor. 

Mau Kuliah dengan Beasiswa? Klik Disini 

Penulis : Handayani 

Reponsive Ads