Tanaman karet kena wabah penyakit akibatkan produksi karet pada 2019 menurun. Foto : Tribunnews.com Berita24.com - Gabungan Pengusaha ...
![]() |
| Tanaman karet kena wabah penyakit akibatkan produksi karet pada 2019 menurun. Foto : Tribunnews.com |
Berita24.com - Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) memperkirakan ekspor karet 2019 turun sebesar 15 persen atau sekitar 448 ribu ton dari tahun 2018 sebesar 2,99 juta ton atau senilai US$ 5,1 miliar.
Dilansir dari Katadata.co.id, Ketua Umum Gapkindo, Moenardji Soedargo menjelaskan, proyeksi tersebut berdasarkan penurunan volume ekspor karet pada semester I-2019 yakni mencapai 200 ribu ton atau sekitar 15 persen. Pengusaha pun melaporkan kepada pemerintah tentang penyakit gugur daun karet akibat jamur pestaliopsis yang menyebabkan produksi mengalami penurunan.
Deputi Bidang Pertanian dan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Musdhalifah Machmud mengatakan, penyakit tersebut telah menyerang provinsi sentra karet di Sumtera Utara, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur yakni seluas 381,9 ribu hektare.
Akibat penyakit tersebut, tanaman karet mengalami gugur daun berulang dalam periode yang panjang bahkan diluar periode gugur daun alami yang secara langsung menurunkan produksi. Penurunan produksi diprediksi mencapai 15 persen dibandingkan produksi tahun lalu.
Mau Kuliah dengan Beasiswa? Klik Disini
Penulis : Handayani
