Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

Abaikan Amerika, Filipina Bergabung dengan Teknologi 5G Huawei

Ilustrasi. Foto: asia.nikkei.com Berita24.com – Filipina memutuskan bergabung dengan raksasa teknologi China ‘Huawei’ dan mengambil ...

Ilustrasi. Foto: asia.nikkei.com

Berita24.com – Filipina memutuskan bergabung dengan raksasa teknologi China ‘Huawei’ dan mengambil resiko membahayakan hubungan strategis Filipina dengan Amerika Serikat (AS), dilansir Asia Times.

Huawei akan memimpin peluncuran teknologi 5G di Filipina. Meskipun ada peringatan dari dalam dan luar negeri, Filipina akan menggapai masa depannya dengan China.

Hal itu adalah sebuah keputusan yang dapat memberikan Filipina peningkatan kecepatan internet yang selama ini lamban dan berpengaruh pada persaingan ekonomi. 

Pemulihan hubungan Presiden Filipina Rodrigo Duterte dengan Tiongkok telah diperluas untuk membuka sektor telekomunikasi negara ini ke teknologi jaringan 5G terbaru Huawei. 

Terhadap hal tersebut, kritikus mengklaim bahwa Beijing akan dapat memantau, memanipulasi, meretas, menyabotase dan mengarahkan aliran informasi melalui jaringan yang telah dirancang dan dibangun oleh perusahaan-perusahaan Cina.

Campur tangan China ke infrastruktur telekomunikasi Filipina dicurigai dapat menghalangi berbagi intelijen di masa mendatang dengan AS.

Untuk itu, AS telah memperingatkan negara-negara sekutunya agar tidak bergabung dan melakukan kerja sama dengan Huawei dengan mengizinkan Huawei membangun atau memasok peralatan telekomunikasi karena adanya isu mata-mata yang dapat membocorkan rahasia negara.

Sedangkan pihak Huawei secara pribadi membantah bahwa teknologinya akan membantu pemerintah China dalam memata-matai negara yang bergabung dengan Huawei.

Sementara bagi China, Filipina muncul sebagai mitra penting dan contoh nyata dalam strategi China untuk memanfaatkan teknologi 5G menjadi keuntungan diplomatik dan strategis.

Reponsive Ads