Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

Ini Keuntungannya Jika Milenial Jadi Lender di Fintech

Keuntungan Milenial jika jadi Lender di Fintech. Foto : Datadriveninvestor.com Berita24.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indon...

Keuntungan Milenial jika jadi Lender di Fintech. Foto : Datadriveninvestor.com

Berita24.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengatakan millenial yang ingin mulai berinvestasi berpotensi mengisi posisi investor pemberi pinjaman atau biasa disebut lender dalam fintech pendanaan. 

Dilansir dari Antara.com, Kepala Bidang Humas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Tumbur Pardede menjelaskan, Fintech Peer to Peer (P2P)  Lending merupakan suatu sistem yang mempertemukan pemberi pinjaman (lender) dengan peminjam (borrower). Akan tetapi, tak hanya terkait soal orang meminjam uang atau borrower, juga ada investornya yang memberikan pinjaman atau lender. 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 30 April 2019, untuk karakter pengguna fintech lending, mayoritas lender dari kalangan milenial (usia 19-34 tahun) sebanyak 69,53%. Sisanya lender dari kalangan usia 35-54 tahun sebanyak 27,26% dan golongan usia lainnya.

Untuk para milenial yang merupakan investor pemula, investasi Fintech Peer to Peer (P2P)  Lending semakin menarik. Sebab, investasinya cukup terjangkau yakni bisa dimulai dari Rp 100.000. Keuntungan yang dapat diperoleh ketika menjadi lender biasanya melampaui bunga deposito bank pertahunnya. 

Menurut Eko Endarto selaku Perencanan Keuangan dari Finansiaconsultin.com, milenial harus memahami potensi keuangan serta potensi keuntungan dari berinvestasi pada produk tersebut, milenial juga perlu memahami risiko yang tinggi dan memperhatikan kebutuhan untuk investasi. 

Mau Kuliah dengan Beasiswa? Klik Disini 

Penulis : Handayani

Reponsive Ads