Di Tangan Pemuda Pamulang, Limbah Kayu Disulap Jadi Bingkai Kacamata Unik

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Di Tangan Pemuda Pamulang, Limbah Kayu Disulap Jadi Bingkai Kacamata Unik

Minggu, 21 April 2019
Kacamata Kayu hasil produksi Yuyud dan David dengan nama Urat Kayu / Foto : Ahmad Tri Hawari

Berita24 – Kacamata, alat bantu penglihatan sekaligus alat mempercantik penampilan ini biasanya dibuat dengan material plastik, metal dan yang saat ini sedang trend adalah besi. Ternyata, masih ada 1 material lain yang sedang dikembangkan 2 pemuda asal Pamulang, Tangerang Selatan, sebagai trend baru di khasanah pengguna kacamata, yaitu kacamata kayu. 

Kayu yang biasanya menjadi bahan pokok pembuatan furniture, limbahnya atau sisa bahan produksi yang tidak terpakai itu disulap oleh David Chandra (29) dan Yuyud Wahyudin (35) menjadi bingkai kacamata yang mereka bandrol dengan harga Rp. 250.000,- hingga Rp. 750.000,- tergantung model kacamata dan jenis kayu yang dipakai. 

Hasil produksi Urat Kayu. / Foto : Ahmad Tri Hawari
David dan Yuyud memulai usaha produksi kacamata dengan nama Urat Kayu, karena mereka menganggap ini adalah usaha yang menjanjikan. Dalam 2 bulan pertama, brand Urat Kayu telah menjual sebanyak 20 lebih unit kacamata kayu. Mereka juga tengah menerima pesanan kacamata kayu dengan bentuk seperti di Film Terminator dengan harga Rp. 1.500.000,- . 

Bisnis kacamata kayu yang mereka klaim baru 2 bulan berjalan ini sudah berhasil menjual produk mereka hingga Probolinggo, Jawa Timur, serta daerah – daerah lain di sekitar Pulau Jawa. Dalam sehari, David dan Yuyud bisa memproduksi hingga 2 kacamata kayu. Kacamata yang mereka sebut handmade ini dalam proses produksinya memakan waktu kurang lebih 8 jam per-unit. 

Proses pembuatan pola kacamata kayu. / Foto : Ahmad Tri Hawari
David mengaku proses yang paling memakan waktu dalam memproduksi kacamata kayu adalah ketika membuat pola, karena bagian tersebut harus presisi di bagian kanan dan kiri bingkai. Ia juga mengaku, yang mahal dari produksi kacamata kayu bukan dari materialnya tetapi bagaimana proses kreatifitas dan produksinya.

Menurut David, kacamatanya lebih awet, perawatannya juga tidak berbeda dengan perawatan kacamata biasa. Walaupun begitu, jika penggunanya sembarangan, tidak dapat dipungkiri kacamata ini tidak akan tahan lama. “Kacamata kayu ini lebih awet, karena kayu kan makin tua makin keras, tapi sama aja kalo keinjek ya patah, kalo cuma jatoh ya engga,” ujar David berkelakar. 

Kayu yang mereka gunakan dalam pembuatan kacamata ini beragam, mulai dari kayu jati, jati belanda, dan lainnya. Konsumen dapat memilih sendiri frame seperti apa yang diinginkan dan disesuaikan dengan kebutuhan lensa. Urat Kayu juga telah bekerja sama dengan optik dalam pemasangan dan pemilihan lensa yang sesuai. 

Tertarik untuk melihat dan menggunakan kacamata kayu buatan Yuyud dan Chandra? Kalian bisa datang langsung ke tempat pembuatan kacamata kayu untuk memilih frame yang diinginkan di Jalan Salak 8 RT. 001/03, Kelurahan Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan atau mengunjungi Instagram mereka di @uratkayu08. Yuk kita bantu kembangkan produk kerajinan dalam negeri!

Mau Kuliah dengan Beasiswa? Klik Disini