Dana Kampanye Yang DiIaporkan BPN Prabowo-Sandi

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Dana Kampanye Yang DiIaporkan BPN Prabowo-Sandi

Berita 24 Indonesia
Sabtu, 30 Maret 2019
 
Dana yang terkumpul mencapai Rp191,5 miliar. Foto:Tribunnews.com

Berita24-Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah melaporkan dana kampanyenya per September 2018 hingga Maret 2019. Dana Kampenye yang disampaikan mencapai Rp191,5 Miliar.

Dilansir dari Antaranews.com, "Total penerimaan dana kampanye hingga saat ini mencapai Rp191,5 miliar.Kami mengucapkan teimakasih dan apresiasi, baik perorangan maupun kelompok selama hampir tujuh bulan," kata Wakil Bendahara BPN Satrio Dimas, di Media Center Prabowo-Sandi

Dari total dana yang terkumpul subangan terbanyak berasal dari Cawapres Sandiaga Uno, dengan total sumbangan sebesar Rp116 miliar atau 61 persen dari angka keseluruhan dana kampanye yang terkumpul.

Sedangkan Capres Prabowo memberikan sumbangannya sebesar 71,4 miliar atau 34 persen dari total dana. sementara partai pendukung yaitu Gerindra menyumbang sebesar Rp1,4 miliar.

"Sumbangan terbesar dari Pak Sandi Rp116 miliar atau 61 persen dan Pak Prabowo Rp71,4 miliar atau 34 persen. Dari Partai Gerindra sebesar 1,3 miliar, termasuk pendapatan bunga bank saldo rekening berjalan," paparnya.

Tak hanya dari paslon, sumbangan dari masyarakat perorangan maupun kelompok. sebesar Rp598 juta berasal dari dana perorangan dan sumbangan kelompok sebesar Rp701 juta.

Dimas mengatakan, sumbangan yang terkumpul mengalami kenaikan sebesar Rp1,3 miliar selama tiga bulan terakhir atau sejak awal Januari 2019.

Dimas mengatakan, dana yang terkumpul digunakan untuk keperluan kampanye. Dana digunakan untuk beberapa pos, misalnya pembelian peralatan Rp173,3 miliar, bahan kampanye terbuka (kaos, stiker, brosur, dan pamflet) Rp49,3 miliar, tatap muka Rp31, 6 miliar dan operasional Rp15,5 miliar.

Tidak hanya itu, ada beberapa keperluan lain misalnya sosial kemasyarakatan Rp11,9 miliar, teritori dan jaringan Rp18,1 miliar, media center sebesar Rp5miliar, operasional posko Rp3,5 miliar dan sekretariat Rp280 juta.