Berita24 - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) serius jalankan program riset tentang bahan bakar terb...
Berita24 - Kementerian Riset Teknologi dan
Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) serius jalankan program riset
tentang bahan bakar terbarukan yang berasal dari minyak kelapa sawit
demi kemandirian energi dalam negeri.
Menteri
Ristekdikti Mohamad Nasir, melalui Antara menyebut hasil penelitian di
bidang sumber energi baru ini penting untuk mengganti bahan bakar jenis
fosil yang pengadaannya masih di impor dari luar negeri.
Menurutnya,
BBM berbasis fosil di impor sebanyak 400.000 barel/harinya, yang
berarti dalam satu tahun anggaran yang dibutuhkan untuk impor BBM
sebesar 17,6 miliar Dollar AS atau senilai dengan Rp 250 triliun.
Penelitian
sumber energi baru dari kelapa sawit ini diperlukan untuk menghasilkan
sumber energi berbahan dasar tanaman, sehingga nantinya Indonesia bebas
dari impor minyak.
Penelitian
ini dilakukan oleh peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Nasir menyebut, potensi minyak kelapa sawit untuk dijadikan bahan bakar
sangatlah besar.
Nasir
juga menjelaskan, jika saat ini pemerintah membuat kebijakan bahwa bahan
bakar diesel 20% nya berasal dari minyak nabati, maka nanti dengan
hasil penelitian yang telah dilakukan persentase tersebut bisa dinaikkan
hingga 100% minyak nabati untuk bahan bakar.
Mau Kuliah dengan Beasiswa? Klik Disini
Penulis : Icha RF
Image : bali.tribunnews.com
