Wacana menguji tes baca Al - Qur'an Calon Presiden dan Wakil Presiden

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Wacana menguji tes baca Al - Qur'an Calon Presiden dan Wakil Presiden

Berita 24 Indonesia
Jumat, 04 Januari 2019
Berita24.com-Wacana menguji tes baca Al - Qur'an Calon Presiden dan Wakil Presiden yang diminta Dewan Ikatan Dai Aceh yang akan dilangsungkan pada tanggal 15 Januari 2019 mendatang menuai respon dari kedua timses, yakni dari kubu Prabowo - Sandi dan kubu Jokowi - Ma'ruf Amin. 

Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Sodik Mudjahid menolak wacana tersebut. Menurutnya, tes baca Al - Qur'an itu tidak perlu, seperti Ketum PSSI yang tidak perlu di tes cara menendang atau menggiring bola untuk mendapatkan jabatannya. 

Sodik menyebut, yang paling penting adalah pemahaman terhadap isi Al - Qur'an dan dapat mengamalkannya dalam kehidupan bernegara secara demokratis dan konstitusional yang berdasar pada Pancasila dan UUD 1945. 

Juru bicara BPN Andre Rosiade juga mengungkapkan bahwa Prabowo dan Sandiaga Uno tidak mungkin hadir di tanggal 15 Januari 2019 nanti karena mereka akan mempersiapkan diri untuk Debat Pilpres Pertama yang dilaksanakan di tanggal 17 Januari 2019 mendatang. 

Berbeda dari BPN, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf Amin menyetujui usul dari Dewan Ikatan Dai Aceh. Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding menyampaikan bahwa pihaknya merasa tidak masalah dengan usul tersebut, bahkan ia juga berharap kubu Prabowo merespon baik usulan tersebut. 

Abdul Kadir menilai tes baca Al - Qur'an ini diajukan oleh ulama dan masyarakat Aceh kepada kandidat capres - cawapres yang bukan merupakan politik identitas, karena usul tersebut datang dari masyarakat dan tidak bertendensi mengecilkan kelompok agama yang lain. 

Mau Kuliah Dengan Beasiswa ? Klik Disini

Penulis : Icha RF 
Sumber : tirto.id