www.AlvinAdam.com

Berita 24 Indonesia

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

GPN dan Masa Depan Sistem Pembayaran di Indonesia

Diposting oleh On 19.52

GPN dan Masa Depan Sistem Pembayaran di Indonesia

Suasana peluncuran bersama kartu berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) di Bank Indonesia, Kamis (3/5/2018). Turut hadir Gubernur BI Agus Martowardojo, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Sosial Idrus Marham, serta pemangku kepentingan lain dari perbankan, Otoritas Jasa Keuangan, dan perwakilan asosiasi terkait.KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Suasana peluncuran bersama kartu berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) di Bank Indonesia, Kamis (3/5/2018). Turut hadir Gubernur BI Agus Martowardojo, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Sosial Idrus Marham, serta pemangku kepentingan lain dari perbankan, Otoritas Jasa Keuangan, dan perwakilan asosiasi terkait.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia bersama pemangku kepentingan telah menjalankan Gerbang Pembayaran Nasional ( GPN) sebagai permulaan dari peta jalan sistem pembayaran nasional di Indonesia.

Melalui GPN, sistem pembayaran dengan kartu debit dapat saling terhubung (interkoneksi) dan beroperasi secara bersama-sama meski berbeda mesin dan perangkat (interoperabilitas).

Dengan kata lain, pemilik kartu debit berlogo GPN dapat bertransaksi menggunakan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) serta perangkat Electronic Data Capture (EDC) dari bank mana saja.

Sebelumnya, industri perbankan mengeluarkan kartu debit yang hanya bisa diakses oleh mesin atau perangkat dari bank yang sama. Selain itu, transaksi antarbank bisa dilakukan, namun nasabah dibebani biaya administrasi yang relatif tinggi.

"Diluncurkannya GPN merupakan momentum penting dalam blue print sistem pembayaran di Indonesia. GPN jadi terobosan menghilangkan fragmen tasi sistem melalui sistem yang interkoneksi dan interoperabilitas antara penyelenggara jasa sistem pembayaran," kata Gubernur BI Agus Martowardojo saat acara peluncuran bersama kartu berlogo GPN di BI, Kamis (3/5/2018).

GPN kini resmi dikeluarkan oleh 98 bank penerbit kartu debit dari total 100 penyelenggara jasa sistem pembayaran di Indonesia. Setelah GPN diimplementasikan, infrastruktur yang dimiliki industri sistem pembayaran didorong untuk ditempatkan di daerah lain yang selama ini mengalami kesulitan akses terhadap layanan perbankan.

Agus memberikan gambaran, sebelum GPN diluncurkan, banyak mesin ATM berjejer di pusat-pusat perbelanjaan, juga dengan perangkat EDC dari bank yang berbeda di kasir. Dengan adanya GPN, sebagian mesin ATM dan perangkat EDC itu bisa dialihkan ke daerah lain yang lebih membutuhkan, sehingga inklusi keuangan bisa meningkat.

"Sebelum GPN, ada inefisiensi seperti biaya investasi perluasan infrastruktur dan teknologi yang ja di tinggi sekali, karena industri enggan berbagi layanan. Seperti investasi mesin ATM dan EDC yang begitu besar hanya untuk di satu lokasi," tutur Agus.

Rencana ke depan

Setelah GPN berjalan, BI bersama pemerintah dan kementerian terkait akan mengembangkan berbagai model sistem pembayaran untuk menunjang kegiatan perekonomian di Indonesia. Salah satunya penetapan regulasi tentang uang elektronik yang disebut akan rampung dalam beberapa hari ini.

"Insya Allah dalam waktu dua hari bisa diterbitkan, dan kami akan lihat dan mengundang pihak-pihak yang ingin mengembangkan uang elektronik sebagai bagian dari ekonomi digital," ujar Agus.

Sampai saat ini, BI baru mengeluarkan 26 izin kepada pihak yang mengeluarkan produk uang elektronik. Agus menegaskan, BI membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin mengajukan izin untuk uang elektronik setelah regulasinya keluar nanti, tidak terbatas untuk perusahaan besar saja.

Selain itu, BI juga tengah membahas QR code sebagai pengembangan dari sistem pembayaran ke depan. Bahasan untuk QR code akan fokus pada sejumlah hal yang menyangkut standarisasi dan aspek keamanan pengguna.

Bersama Kementerian BUMN, BI akan mengembangkan sistem pembayaran tagihan yang memudahkan korporasi dalam melakukan kegiatan usahanya. Sistem yang dimaksud nantinya akan membuat tata cara pembayaran tagihan jadi lebih efisien, di mana selama ini terlalu banyak tagihan yang diterbitkan dunia usaha.

Dalam hal ini, BI turut merancang sistem pembayaran untuk memudahkan penyaluran bantuan sosial non tunai, bekerja sama dengan Kementerian Sosial. Tidak ketinggalan BI, menurut Agus, akan mengembangkan sistem pembayaran kendaraan di jalan tol, bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Sistemnya sekarang masih tap, kami mengarah pada multi lane free flow. Jadi, semua yang akan lewat jalan tol tidak perlu mengurangi kecepatannya , ini yang akan kami wujudkan ke depan," kata Agus.


Berita Terkait

Transaksi Pakai GPN Meningkat di Atas 100 Persen Per Bulan

Pakai GPN, Transaksi di EDC Bisa Hemat Biaya Rp 1,8 Triliun per Tahun

Bank Sinarmas Luncurkan Juga Kartu Debit GPN

98 Bank Sudah Terbitkan Kartu Berlogo GPN

BNI Target Salurkan 3 Juta Kartu Debit Berlogo GPN Tahun Ini

Terkini Lainnya

Disebut Tidak 'Perform', Begini Kinerja Garuda Kuartal I 2018

Disebut Tidak "Perform", Begini Kinerja Garuda Kuartal I 2018

Bisnis 04/05/2018, 09:23 WIB Jelang Lebaran, Pinjaman Karyawan Diprediksi Naik Hingga 30 Persen

Jelang Lebaran, Pinjaman Karyawan Diprediksi Naik Hingga 30 Persen

Keuangan 04/05/2018, 09:15 WIB Pilot Ancam Mogok, Dirut Garuda Janjikan Perbaikan Kinerja Perusahaan

Pilot Ancam Mogok, Dirut Garuda Janjikan Perbaikan Kinerja Perusahaan

Bisnis 04/05/2018, 08:30 WIB Tak Hanya Lebar   an, THR Diberikan Sesuai dengan Hari Raya Keagamaan Karyawan

Tak Hanya Lebaran, THR Diberikan Sesuai dengan Hari Raya Keagamaan Karyawan

Makro 04/05/2018, 08:00 WIB Berita Populer Ekonomi: Ketentuan Bahasa untuk TKA dan Bisnis Kartu Prabayar

Berita Populer Ekonomi: Ketentuan Bahasa untuk TKA dan Bisnis Kartu Prabayar

Makro 04/05/2018, 07:54 WIB Gandeng Gadjian, KoinWorks Sediakan Pinjaman untuk Karyawan

Gandeng Gadjian, KoinWorks Sediakan Pinjaman untuk Karyawan

Keuangan 04/05/2018, 07:30 WIB Pemberian T   HR oleh Perusahaan 'Outsourcing', Sudahkah Sesuai Aturan?

Pemberian THR oleh Perusahaan "Outsourcing", Sudahkah Sesuai Aturan?

Makro 04/05/2018, 07:00 WIB Dow Jones Kembali Merangkak Naik Setelah Anjlok Hampir 400 Poin

Dow Jones Kembali Merangkak Naik Setelah Anjlok Hampir 400 Poin

Keuangan 04/05/2018, 06:45 WIB GPN dan Masa Depan Sistem Pembayaran di Indonesia

GPN dan Masa Depan Sistem Pembayaran di Indonesia

Keuangan 04/05/2018, 06:15 WIB Pilot Garuda Ancam Mogok Kerja, Ini Alasannya

Pilot Garuda Ancam Mogok Kerja, Ini Alasannya

Makro 04/05/2018, 05:27 WIB Rekaman Menteri BUMN-Dirut PLN Berpotensi Gerus Kepercayaan Investor

Rekaman Menteri BUMN-Dirut PLN Berpotensi Gerus Kepercayaan Investor

Makro 03/05/2018, 23:02 WIB Usai Ramai Kasus 'Skimming', Nasabah BRI Diklaim Malah Bertambah

Usai Ramai Kasus "Skimming", Nasabah BRI Diklaim Malah Bertambah

Keuangan 03/05/2018, 22:42 WIB PT Inka Siap Buat Kereta Tingkat Berkecepatan 160 Km per Jam, tetapi...

PT Inka Siap Buat Kereta Tingkat Berkecepatan 160 Km per Jam, tetapi...

Bisnis 03/05/2018, 22:20 WIB Askrindo Jamin Asuransi Alutsista

Askrindo Jamin Asuransi Alutsista

Rilis 03/05/2018, 22:00 WIB Potensi Ekonomi Digital Tinggi, Fist Media Ekspansi Layanan ke Kota Medan

Potensi Ekonomi Digital Tinggi, Fist Media Ekspansi Layanan ke Kota Medan

Bisnis 03/05/2018, 21:43 WIB Load MoreSumber: Google News Indonesia | Berita 24 Indonesia

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »