www.AlvinAdam.com

Berita 24 Indonesia

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Ekspor Kayu Lapis ke Korsel, Pasar Menggiurkan bagi Indonesia

Diposting oleh On 03.40

Ekspor Kayu Lapis ke Korsel, Pasar Menggiurkan bagi Indonesia

Para karyawan menata potongan-potongan kayu sengon untuk bahan baku papan barecore di pabrik PT Nagabhuana Aneka Piranti di Wonogiri, Jawa Tengah, Selasa (22/11/2016). Indonesia mengekspor papan barecore ke sejumlah negara di antaranya Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia.KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA Para karyawan menata potongan-potongan kayu sengon untuk bahan baku papan barecore di pabrik PT Nagabhuana Aneka Piranti di Wonogiri, Jawa Tengah, Selasa (22/11/2016). Indonesia mengekspor papan barecore ke sejumlah negara di antaranya Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia.

KOREA Selatan merupakan salah satu investor terbesar di Indonesia dan mitra dagang ke-7 bagi Indonesia. Total investasi Korea Selatan di Indonesia pada 2016 tercatat 1,06 miliar dollar AS atau setara Rp 14,8 triliun.

Sementara itu, total perdagangan Indonesia-Korea Selatan sebesar 13,68 miliar dollar AS atau Rp 191 triliun pada 2016 atau menurun 15,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Nilai ekspor Indonesia ke Korea Selatan sebesar 7 miliar dollar AS pada 2016 atau merosot 17,53 persen dalam lima tahun terakhir.

Pada Januari-April 2017, ekspor Indonesia ke Korea Selatan senilai 2,64 miliar dollar AS atau meningkat 14,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan menjadi Special Strategic Partnership ditandatangani oleh kedua kepala negara di Istana Kepresidenan Bogor pada 9 November 2017. Kerja sama tersebut meliputi 4 sektor, yaitu bidang ekonomi, transportasi, industri dan pertahanan.

Di bi dang ekonomi, kedua kepala negara bersepakat meningkatkan perdagangan hingga 30 miliar dollar AS pada 2022. Hal tersebut dapat menjadi potensi besar peningkatan ekspor produk Indonesia terutama komoditi unggulan.

Produk ekspor komoditi unggulan Indonesia ke Korea Selatan meliputi batu bara, briket, ovoid dan padatan serupa, bahan manufaktur dari batu bara, bijih tembaga dan konsentrat, karet alam, kayu lapis, panel veener, bubur kertas, soda, dan beberapa barang manufaktur lain.

Selama 2012-2016, nilai impor kayu lapis Korea Selatan mengalami peningkatan dengan tren sebesar 5,6 persen. Pada 2013 dan 2014, nilai impor mengalami kenaikan masing-masing sebesar 11,2 persen dan 7,7 persen.

Selanjutnya, pada 2015, nilai impor sempat mengalami penurunan 2 persen, kemudian kembali mengalami peningkatan pada 2016, yakni sebesar 8,8 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Impor kayu lapis dari Indonesia terus mengalami peningkatan di tahun 2013, 2014, 2015, dan 2016, masing-masing sebesar 12 persen, 44,1 persen, 29,7 persen, dan 29,9 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Oleh karena itu, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengungguli China dan menguasai pasar kayu lapis di Korea Selatan.

Berdasarkan data ITC, dapat diketahui bahwa pada 2012-2016, impor produk kayu lapis Korea Selatan selalu dikuasai oleh China.

Pada tahun 2016, China memasok sebesar 27,2 persen dari total impor. Posisi negara asal impor selanjutnya ditempati oleh Indonesia (26,5 persen), Malaysia (18,5 persen), Vietnam (17,1 persen), Finlandia (4,1 persen), dan Rusia (3,2 persen).

Kelima negara tersebut hanya menyisakan pangsa pasar sebesar 3,4 persen untuk negara-negara lain (lihat grafik).


Impor kayu lapis dari Indonesia ke Korsel terus mengalami peningkatan pada 2013, 2014, 2015, dan 2016, masing-masing sebesar 12 persen, 44,1 persen, 29,7 persen, dan 29,9 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

A da beberapa hambatan dalam upaya peningkatan ekspor ini di antaranya iklim dapat memengaruhi kualitas produk kayu lapis.

Perbedaan iklim dari Indonesia dan Korsel dapat membuat ukuran kayu lapis berubah (mengembang atau menyusut). Selain itu, ada kemungkinan produk menjadi melengkung, terpuntir, ataupun retak.

Kesadaran tentang sertifikasi untuk produk dari kayu masih rendah, tetapi beberapa tahun terakhir kesadaran tersebut semakin meningkat.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Research Institute for Agriculture and Life Sciences, Seoul National University, tiga dari empat konsumen bersedia untuk membeli produk dari kayu yang bersertifikat.

Sebanyak 61,8 persen responden bersedia membayar lebih mahal 0-10 persen produk dari kayu bersertifikat. Oleh karena itu, akan lebih baik bagi eksportir kayu lapis Indonesia untuk melampirkan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia.

Dalam upaya peningkatan ekspor perlu adanya strategi pemasaran, hal ini dapat dilakukan untuk mempermudah proses pemasaran produk kayu lapis di Korsel, di antaranya produk do it yourself (DIY) memiliki tren positif. Produsen kayu lapis Indonesia dapat menjalin kerja sama dengan perusahaan furnitur DIY yang membutuhkan bahan baku dari kayu lapis.

Selain itu, produsen juga dapat bekerja sama dengan kontraktor bangunan di Korea Selatan. Harga kayu lapis dari Indonesia lebih mahal dibandingkan dengan dari negara lain di Asia lain. Harga yang lebih mahal harus diimbangi dengan kualitas lebih baik.

Perlu pula berpartisipasi dalam pameran terkait dengan produk kayu lapis yang diadakan di Korea Selatan setiap tahun. Partisipasi dalam pameran diharapkan dapat memperluas koneksi para eksportir dan juga membantu memperkenalkan produk kayu lapis dari Indonesia.

Indonesia juga perlu menjalin kerja sama dengan dengan asosiasi lokal, Kantor Dagang Indonesia (Kadin) dapat berusaha menghubungi asosiasi pengusaha kayu lapis di Korea Selatan untuk mempelajari pasar, standar, kualitas, dan konsumen kayu lapis di negara tersebut.

Dapat disimpulkan bahwa dengan adanya peningkatan kerja sama bilateral menjadi Special Strategic Partnership antara Indonesia dan Korea Selatan diharapkan dapat meningkatkan ekspor Indonesia, terutama produk kayu lapis yang sudah 5 tahun terakhir ini menjadi produk ekspor komoditi unggulan Indonesia ke Negeri Ginseng tersebut.

Achmad Ferry Kusuma Wardana
Mahasiswa S-2 Kyung Hee University
Perpika Korea Selatan (ppidunia.org)


Berita Terkait

Ekspor Kayu Lapis ke Korsel, Pasar Menggiurkan bagi IndonesiaMelindungi Para Pejuang Devisa di MalaysiaMengurangi Angka Pengangguran di IndonesiaDongeng Penjarahan Hutan Indonesia, Dosa Orde Baru dan Kelapa Sawit?UNBK dan Cara Berpikir Kritis

Terkini Lainnya

Ada 412 Aduan soal THR pada 2017

Ada 412 Aduan soal THR pada 2017

Makro 28/05/2018, 17:06 WIB Pemerintah Raup Rp  1,9 Triliun dari Penjualan SBR003

Pemerintah Raup Rp 1,9 Triliun dari Penjualan SBR003

Makro 28/05/2018, 16:55 WIB Ekspor Kayu Lapis ke Korsel, Pasar Menggiurkan bagi Indonesia

Ekspor Kayu Lapis ke Korsel, Pasar Menggiurkan bagi Indonesia

Bisnis 28/05/2018, 16:51 WIB Bea Cukai Antisipasi Penyelundupan Narkoba Melalui e-Commerce

Bea Cukai Antisipasi Penyelundupan Narkoba Melalui e-Commerce

Makro 28/05/2018, 16:27 WIB Apa Sanksi bagi Perusahaan yang Telat Bayar THR Pekerja?

Apa Sanksi bagi Perusahaan yang Telat Bayar THR Pekerja?

Makro 28/05/2018, 16:02 WIB Gunakan Jasa Pengiriman Pos, Pola Baru Penyelundupan Sindikat Narkoba

Gunakan Jasa Pengiriman Pos, Pola Baru Penyelundupan Sindikat Narkoba

Makro 28/05/2018, 14:35 WIB Presiden Minta Menkeu Teliti Belanja Barang yang Tidak Efisien

Presiden Minta Menkeu Teliti Belanja Barang yang Tidak Efisien

Makro 28/05/2018, 14:05 WIB Kemenaker Buka Posko Aduan Terkait THR

Kemenaker Buka Posko Aduan Terkait THR

Makro 28/05/2018, 13:54 WIB Gubernur BI: Dampak Kenaikan Suku Bunga Tidak Jangka Pendek

Gubernur BI: Dampak Kenaikan Suku Bunga Tidak Jangka Pendek

Makro 28/05/2018, 13:48 WIB Bea Cukai dan BNN Ungkap Modus Penyelundupan Ekstasi Melalui Pos

Bea Cukai dan BNN Ungkap Modus Penyelundupan Ekstasi Melalui Pos

Makro 28/05/2018, 13:34 WIB Tol Bandara Kertajati Selesai Tahun Depan

Tol Bandara Kertajati Selesai Tahun Depan

Makro 28/05/2018, 12:37 WIB Menkeu Pantau Neraca Keuangan BUMN Karya

Menkeu Pantau Neraca Keuangan BUMN Karya

Makro 28/05/2018, 12:17 WIB BI Pastikan RDG Tambahan Bahas Suku Bunga

BI Pastikan RDG Tambahan Bahas Suku Bunga

Keuangan 28/05/2018, 11:56 WIB Gaya Hidup Ini Bisa Membuat Kantong Sehat

Gaya Hidup Ini Bisa Membuat Kantong Sehat

Inspirasi 28/05/2018, 11:34 WIB Pemerintah Bidik WNA untuk Patuh Bayar Pajak

Pemerintah Bidik WNA untuk Patuh Bayar Pajak

Makro 28/05/2018, 10:52 WIB Load MoreSumber: Google News Indonesia | Berita 24 Indonesia

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »