www.AlvinAdam.com

Berita 24 Indonesia

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

2002-2017, Hampir Semua Kasus Terorisme di Indonesia Berhasil ...

Diposting oleh On 11.43

2002-2017, Hampir Semua Kasus Terorisme di Indonesia Berhasil ...

Sejumlah aparat kepolisian sedang memeriksa kendaraan yang melintas di sekitar lokasi Rutan Gunung Sindur usai pemindahan 56 tahanan kasus terorisme dari Lapas Nusakambangan, Minggu (20/5/2018).KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Sejumlah aparat kepolisian sedang memeriksa kendaraan yang melintas di sekitar lokasi Rutan Gunung Sindur usai pemindahan 56 tahanan kasus terorisme dari Lapas Nusakambangan, Minggu (20/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti di Pusat Kajian Terorisme dan Konflik Sosial Universitas Indonesia (UI) Solahudin mengapresiasi kepolisian yang hampir selalu berhasil mengungkap kasus terorisme yan g terjadi di Indonesia.

"Dari tahun 2002 sampai 2017 saya melihat hampir semua kasus terorisme di Indonesia berhasil diungkap," kata Solahudin dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu (26/5/2018).

Adapun satu-satunya kasus yang tidak berhasil diungkap sebut Solahudin, adalah kasus bom di ITC Depok. Namun demikian, ratusan kasus terorisme lainnya berhasil diungkap oleh kepolisian.

Kemudian, para pelaku tindakan terorisme tersebut diproses melalui pengadilan. Solahudin mengaku bersyukur, di dalam Undang-undang Antiterorisme yang baru saja disahkan, proses ini tidak dihilangkan dan tetap digolongkan sebagai tindak pidana.

Baca juga: Kapolri: Terorisme Bisa Berkembang Dimana Saja, Termasuk di Kampung-Kampung

Menurut Solahudin, proses penegakan hukum dengan pengadilan pun adalah pendekatan yang sangat elegan. Sebab, aparat penegak hukum menghormati hak asasi manusia (HAM).

Dalam menangani kasus terorisme, penega k hukum pun dipandang Solahudin tidak memakai hukum Draconian. Maksudnya, hukum yang sangat keras dan tanpa peradilan.

"Ini pendekatan yang sangat elegan menurut saya, karena menghormati hak asasi manusia," sebut Solahudin.

Menurut dia pemberantasan terorisme di Indonesia dilakukan dengan dua strategi, yakni, strategi pendekatan keras (hard approach strategy) dan pendekatan lunak (soft approach strategy).

Solahudin menjelaskan, strategi pendekatan keras adalah melalui penegakan hukum oleh kepolisian. Strategi ini dilakukan untuk menyelesaikan tindak pidana terorisme.

Adapun pendekatan halus adalah dengan cara deradikalisasi dan kontraradikalisme. Solahudin menjelaskan, pendekatan ini dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Kompas TV Simak dialognya dalam Kompas Petang berikut ini



Berita Terkait

UU Antiterorisme: Kinerja Pemberantasan Terorisme Diawasi Tim da ri DPR

Pemberantasan Terorisme Tak Perlu Dikotak-kotakkan Hanya untuk TNI dan Polri

KSAL: Denjaka Siap Atasi Terorisme, Tinggal Perintah Saja

Pemerintah Siapkan Perpres Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme, Ini Isinya...

Kapolri: Terorisme Bisa Berkembang Dimana Saja, Termasuk di Kampung-Kampung

Terkini Lainnya

Meghan Markle Dapat Lambang Kerajaan Inggris

Meghan Markle Dapat Lambang Kerajaan Inggris

Internasional 26/05/2018, 23:21 WIB 50 Difabel Duafa Terima Donasi Kaki Palsu

50 Difabel Duafa Terima Donasi Kaki Palsu

Megapolitan 26/05/2018, 23:05 WIB Viral Foto Puluhan Siswa SMA UAS di Lapangan Sekolah, Ini Sebabnya

Viral Foto Puluhan Siswa SMA UAS di Lapangan Sekolah, Ini Sebabnya

Regional 26/05/2018, 22:34 WIB Hidayat Nur Wahid Usul HUT DKI Diperingati pada 22 Ramadhan, Ini Kata Anies

Hidayat Nur Wahid Usul HUT DKI Diperingati pada 22 Ramadhan, Ini Kata Anies

Megapolitan 26/05 /2018, 22:25 WIB Kim Jong Un Punya Rencana Cadangan jika Pertemuan dengan Trump Gagal

Kim Jong Un Punya Rencana Cadangan jika Pertemuan dengan Trump Gagal

Internasional 26/05/2018, 22:24 WIB Anies Minta Warga Melapor jika Ada Ormas yang Langgar Hukum

Anies Minta Warga Melapor jika Ada Ormas yang Langgar Hukum

Megapolitan 26/05/2018, 22:13 WIB Dua Pekan Lagi, Enam Trainset LRT Dikirim ke Palembang

Dua Pekan Lagi, Enam Trainset LRT Dikirim ke Palembang

Regional 26/05/2018, 22:01 WIB Berburu Menu Buka Puasa di 2 Pusat Takjil di Kediri

Berburu Menu Buka Puasa di 2 Pusat Takjil di Kediri

Regional 26/05/2018, 21:59 WIB Pengemudi Bentor dan Warga Sempat Kaget Mengira Ada Razia Polisi...

Pengemudi Bentor dan Warga Sempat Kaget Mengira Ada Razia Polisi...

Regional 26/05/2018, 21:50 WIB Istana Pastikan Pembangunan Infrastruktur Akan Terkoneksi

Istana Pastikan Pembangunan Infrastruktur Akan Terkoneksi

Nasional 26/05/2018, 21:32 WIB Tak Sampai 1 Jam, 15.000 Pincuk Sego Boranan Gratis Ludes Diserbu Warga

Tak Sampai 1 Jam, 15.000 Pincuk Sego Boranan Gratis Ludes Diserbu Warga

Regional 26/05/2018, 21:20 WIB Kabar Dunia dalam Sepekan: Utang Malaysia hingga Jet Tempur Taiwan

Kabar Dunia dalam Sepekan: Utang Malaysia hingga Jet Tempur Taiwan

Internasional 26/05/2018, 21:17 WIB Tawarkan Satwa Dilindungi di Facebook, 2 Orang Diamankan Polisi

Tawarkan Satwa Dilindungi di Facebook, 2 Orang Diamankan Polisi

Regional 26/05/2018, 21:06 WIB Hasil Uji Dinamis LRT Palembang, Kecepatan Tembus 35 Km Per Jam

Hasil Uji Dinamis LRT Palembang, Kecepatan Tembus 35 Km Per Jam

Regional 26/05/2018, 21:05 WIB Biografi Tokoh Dunia: Jawaharlal Nehru, PM Pertama India

Biografi Tokoh Dunia: Jawaharlal Nehru, PM Pertama India

Internasional 26/05/2018, 20:49 WIB Load MoreSumber: Google News Indonesia | Berita 24 Indonesia

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »