www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Menteri Yohana Yembesi: Perkawinan Anak Sangat Merugikan

Diposting oleh On 11.02

Menteri Yohana Yembesi: Perkawinan Anak Sangat Merugikan

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise. (foto: ksp.go.id)
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise. (foto: ksp.go.id)

INFONAWACITA.COM â€" Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengajak masyarakat di Sulawesi Barat. Untuk menghentikan praktik-praktik perkawinan anak yang merupakan bentuk pelanggaran dari hak anak.

“Perkawinan anak membuat anak-anak rentan kehilangan hak pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan dari kekerasan, eksploitasi, dan tercabut dari kebahagiaan masa anak-anak,” kata Yohana saat meresmikan Kampanye Pen cegahan Perkawinan Anak Di Provinsi Sulawesi Barat, Jumat (13/4/2018).

Council of Foreign Relations juga pernah mencatat, Indonesia merupakan negara peringkat ketujuh dari 10 negara, dengan angka absolut pengantin anak tertinggi di dunia. Sera merupakan yang tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Kamboja.

Sementara menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Sulawesi Barat menempati urutan pertama dari seluruh provinsi di Indonesia. Dengan nilai rata-rata perkawinan anak sebesar 37 persen.

Hal itu diperkuat dengan pendataan keluarga terkait usia kawin pertama di Sulawesi Barat pada 2017. Tercatat bahwa perempuan yang menikah dibawah usia 21 tahun mencapai 114.741 orang. Lalu laki-laki yang menikah di bawah usia 25 tahun mencapai 94.567 orang.

“Maka dari itu, saya hadir di sini, di tengah masyarakat Mamuju untuk menyuarakan Kampanye Stop Perkawinan Anak,” tutur Yohana.

Kampanye Stop Perkawinan Anak

Kampanye Stop Perkaw inan Anak telah dilaksanakan pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga kemasyarakatan, dunia usaha dan media pada 2017 di tujuh provinsi. Mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Sedangkan pada 2018, kampanye tersebut akan laksanakan di tiga provinsi. Selain di Sulawesi Barat, kampanye tersebut akan dilakukan di Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Menteri Yohana berharap, kampanye itu dapat mendorong payung kebijakan. Untuk mencegah dan menghapus praktik perkawinan anak.

“Upaya yang kita lakukan saat ini adalah mengubah cara pandang. Baik dari para pengambil keputusan maupun masyarakat, bahwa perkawinan anak sangat merugikan,” tegasnya seperti dilansir dari Antara.

Kampanye Stop Perkawinan Anak. (Foto: kemenpppa.go.id)
Kampanye Stop Perkawinan Anak. (Foto: ke menpppa.go.id)
Sumber: Google News | Berita 24 Sulbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »