www.AlvinAdam.com

Berita 24 Indonesia

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Majikan yang Siksa TKI di Hong Kong Tak Ditahan karena Bayar ...

Diposting oleh On 04.35

Majikan yang Siksa TKI di Hong Kong Tak Ditahan karena Bayar ...

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid.Dok BNP2TKI Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) sudah berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal RI Hong Kong terkait adanya seorang TKI yang disiksa majikan.

Penyiksaan itu viral setelah TKI tersebut merekam penyiksaan yang dilakukan majikannya melalui fitur live di media sosial Facebook.

Kepala BNP2TKI Nusron Wahid mengatakan, da ri hasil koordinasi tersebut, diketahui TKI yang disiksa bernama Tri Wahyuni (35), berasal dari Blitar. Nama majikan di Hong Kong adalah Tse Wai Keung (54).

"Informasi dari KJRI Hong Kong bahwa betul video tersebut viral di Hong Kong dan majikan telah diperiksa oleh polisi Hong Kong. Namun tidak ditahan, tetapi membayar sejumlah jaminan," kata Nusron Wahid dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/3/2018).

Nusron mengatakan, Tri Wahyuni terdaftar di Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (Sisko TKLN) yang melakukan perpanjangan kontrak langsung di KJRI Hong Kong.

Awal pemberangkatan Tri Wahyuni dilakukan oleh PT Bina Dinamita Rama, yang bermitra dengan agen penyalur di Hong Kong, yakni Loyal Servant Employment Agency.

(Baca juga: Beredar Video Majikan Aniaya dan Ancam Bunuh TKI di Hong Kong)

Nusron menegaskan, dalam menindaklanjuti kasus ini, BNP2TKI tidak hanya berhenti pada proses hukum pelaku penyiksaan saja. Akan tetapi, BNP2TKI j uga memastikan apakah ada kesalahan dalam penempatan TKI oleh agen atau tidak.

Secara prinsip, BNP2TKI akan memberikan sanksi kepada agen kalau memang terbukti mengirim TKI kepada calon majikan yang salah.

"Jadi, terlepas dari bahwa masalah perlindungan tetap menjadi hal utama dalam menyikapi kasus seperti ini," ujar Nusron.

"Kami tetap lacak prosesnya dari mulai pembekalan akhir, pemberangkatan hingga penempatan. Ini penting agar menjadi evaluasi dengan harapan ke depan celah-celah kelemahan tidak ditolerir," kata dia.

Warganet sebelumnya dibuat gempar setelah beredar sebuah video di media sosial Facebook yang memperlihatkan seorang TKI di Hong Kong dianiaya secara fisik dan verbal oleh majikannya.

Dalam penggalan video yang diunggah akun Time News International via Coconut Hong Kong Kamis (1/3/2018), majikan itu tiba-tiba masuk dan memukul TKI yang tidak diketahui identitasnya tersebut.

"Astaga aku ditapok , aku ditapoki. Ra terimo aku (Saya dipukul. Saya dipukul. Saya tidak terima)," ujar TKI itu kesakitan menggunakan bahasa Jawa ketika majikan tersebut memukul tangannya.

Kemarahan si majikan semakin menjadi-jadi. Sebab, TKI itu tersebut terus berkata-kata dalam bahasa Jawa.

"Mengapa Anda terus berkomat-kamit dalam bahasa lain? Saya tidak mengerti," ujar si majikan sembari terus menyiksanya.

Kompas TV Disnaker Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat ada 62 Tenaga Kerja Indonesia yang dikirim ke NTT dalam kondisi meninggal di tahun 2017.

Berita Terkait

Kemlu RI: Nenek Penyiksa TKI di Hong Kong Ditangkap Polisi

Beredar Video Majikan Aniaya dan Ancam Bunuh TKI di Hong Kong

Jadi TKI 7 Tahun di Malaysia, Ida Dilarang Komunikasi dengan Keluarganya

Ida, TKI yang Disekap Majikannya di Malaysia, Tiba di Kupang Sore Ini

Kisah TKI Ida, 7 Tahun Tak Digaji hingga Disekap Majikannya di Malaysia

Terkini Lainnya

Sandiaga Ingin Gabung Jadi Anggota Koalisi Pejalan Kaki

Sandiaga Ingin Gabung Jadi Anggota Koalisi Pejalan Kaki

Megapolitan 02/03/2018, 19:29 WIB Terkait Suap Wali Kota Adriatma, KPK Geledah Lima Tempat di Kendari

Terkait Suap Wali Kota Adriatma, KPK Geledah Lima Tempat di Kendari

Regional 02/03/2018, 19:27 WIB Sandiaga Batal Gunakan Hak Diskresi untuk PKL Trotoar Melawai

Sandiaga Batal Gunakan Hak Diskresi untuk PKL Trotoar Melawai

Megapolitan 02/03/2018, 19:25 WIB Ditantang Pakai Diskresi agar PKL Berjualan di Trotoar Istana, Begini Tanggapan Sandiaga

Ditantang Pakai Diskresi agar PKL Berjualan di Trotoar Istana, Begini Tanggapan Sandiaga

Megapolitan 02/03/2018, 19:18 WIB TKI Korban Penyiksaan di Hong Kong Sempat Dirawat di Rumah Sakit

TKI Korban Penyiksaan di Hong Kong Sempat Dirawat di Rumah Sakit

Nasional 02/03/2018, 19:18 WIB Sering Dipalak dan Diludahi, Seorang Nelayan Bunuh Preman

Sering Dipalak dan Diludahi, Seorang Nelayan Bunuh Preman

Regional 02/03/2018, 19:18 WIB Mayat Korban Dicor di Bak Mandi, Pelaku Pembunuhan Menangis Setelah Reka Ulang

Mayat Korban Dicor di Bak Mandi, Pelaku Pembunuhan Menangis Setelah Reka Ulang

Regional 02/03/2018, 19:14 WIB Kepala Mulai Botak, Pria Ini Ditolak Calon Istri di Hari Pernikahan

Kepala Mulai Botak, Pria Ini Ditolak Calon Istri di Hari Pernikahan

Internasional 02/03/2018, 19:09 WIB Memperkokoh Islam Kebangsaan, Memperkuat Ekonomi Umat

Memperkokoh Islam Kebangsaan, Memperkuat Ekonomi Umat

Nasional 02/03/2018, 19:08 WIB Politisi PDI-P Bantah Ada Upaya Pilpres 2019 Diikuti Calon Tunggal

Politisi PDI-P Bantah Ada Upaya Pilpres 2019 Diikuti Calon Tunggal

Nasional 02/03/2018, 19:06 WIB Bukan Digusur, Situ Sasak Tinggi Akan Diperluas

Bukan Digusur, Situ Sasak Tinggi Akan Diperluas

Megapolitan 02/03/2018, 18:58 WIB Majikan yang Siksa TKI di Hong Kong Tak Ditahan karena Bayar Jaminan

Majikan yang Siksa TKI di Hong Kong Tak Ditahan karena Bayar Jaminan

Nasional 02/03/2018, 18:57 WIB Kakek di Perancis Mengaku Lakukan 40 Kali Pemerkosaan

Kakek di Perancis Mengaku Lakukan 40 Kali Pemerkosaan

Internasional 02/03/2018, 18:54 WIB Laporkan Penyebar Hoaks, Kuasa Hukum Prabowo Minta Polisi Tak Tebang Pilih

Laporkan Penyebar Hoaks, Kuasa Hukum Prabowo Minta Polisi Tak Tebang Pilih

Nasional 02/03/2018, 18:5 0 WIB Paksa Tiga Anak Hidup di Rumah Triplek, Orangtua di California Ditahan

Paksa Tiga Anak Hidup di Rumah Triplek, Orangtua di California Ditahan

Internasional 02/03/2018, 18:50 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 NTT

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »