Bea Cukai Tiongkok Gagalkan Penyelundupan Gading Gajah Purba

Bea Cukai Tiongkok Gagalkan Penyelundupan Gading Gajah Purba Foto: China News Service SHANGHAI, suaramerdeka.com - Petugas bea cukai Tiong...

Bea Cukai Tiongkok Gagalkan Penyelundupan Gading Gajah Purba

Foto: China News Service

Foto: China News Service

SHANGHAI, suaramerdeka.com - Petugas bea cukai Tiongkok menyita lebih dari satu ton gading mamut atau mammoth â€" hewan purba yang merupakan nenek moyang gajah dan telah punah selama ribuan tahun.

Media pemerintah melaporkan bahwa gading-gading tersebut diangkut besar-besaran dari Rusia dan disita di bagian timur-laut pada bulan Februari.

Bagian terbesar dari gading mamut yang disita memiliki panjang lebih dari 1,6 meter, kata petugas bea cukai seperti dikutip oleh media setempat.

Memang tidak ada larangan internasional untuk memperdagangkan gading ini, namun para pejabat di Tiongkok mengatakan penyelundupan gading-gading ini tidak diumumkan.

Tumpukan gading-gading itu adalah bagian dari perdagangan yang sedang populer antara Rusia dan Tiongkok, mereka mengambilnya dari kerangka mamut yang ditemukan di tundra atau padang tanpa pepohonan di Siberia.

Dampak dari pemanasan global di Kutub Utara membuat mereka lebih mudah untuk mengumpulkan gading yang diawetkan dalam es selama ribuan tahun, kata para peneliti.

Selain menyita lebih dari 100 gading mamut berbulu, para petugas bea cukai juga menyita 37 bagian cula badak dan lebih dari satu ton batu giok di pelabuhan Luobei di Provinsi Heilongjiang. Laporan-laporan menyebutkan, mereka disembunyikan di dalam kompartemen sebuah truk.

“Diperkirakan ada sekitar 10 juta gajah mamut yang “diawetkan dalam lapisan tanah beku di tundra Arktik,” menurut Douglas MacMillan, seorang profesor konservasi dan ekonomi terapan sumber daya di Universitas Kent.

(BBC/ CN33)

Sumber: Suara Merdeka

COMMENTS