Album Tempo Doeloe

Album Tempo Doeloe foto: suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo Judul Album: Shades of Deep Purple Artis: Deep Purple Produksi: Pharlophone/1...

Album Tempo Doeloe

foto: suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo

foto: suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo

Judul Album: Shades of Deep Purple
Artis: Deep Purple
Produksi: Pharlophone/1968

BAGI yang mengenal Deep Purple ketika zamannya lagu-lagu “Burn”, “Smoke on The Water”, atau “Speed King”, pasti banyak yang belum mengenal Deep Purple di era awal atau era sebelumnya. Kecuali memang benar-benar maniak dengan grup hard rock asal Inggris ini. Deep Purple pada awalnya seperti halnya band-band pada umumnya. Karena pada masa pertengahan atau akhir era 60-an, belum banyak musisi rock yang berani menciptakan gaya musik baru. Maksudnya gaya musik yang lebih mendobrak dari tatanan budaya saat itu. Karena pada masa itu, mereka memilih d i zona yang nyaman, dengan memainkan musik pop psychedelick, seperti yang dimainkan The Beatles misalnya.

Lagu-lagu daur ulang pada rilis album perdana, bukan hal yang aneh bagi sebuah band pendatang baru. Bisa jadi karena tekanan produser rekaman yang meminta mereka mendaur ulang lagu lawas dalam tatanan arransemen sendiri, tetapi tetap di kerangka pop psychedelick. Gaya semacam ini pada akhirnya menjadi semacam batu loncatan bagi band-band yang lahir di era 60-an. Mulai dari zamannya The Beatles, The Rolling Stones, Yes, hingga Deep Purple pun seakan tercengkram dalam tuntutan tersebut. Walau sebenarnya, ada pula grup yang dengan percaya diri total membawakan karya-karya sendiri di debut albumnya, sebagai contoh: Pink Floyd.

Lagu-lagu daur ulang pada album Shades of Deep Purple ini misalnya, “Help” yang merupakan lagu lawas The Beatles di tahun 1965. Deep Purple dengan kreatif membawakan lagu ini dalam arransemen musik 100 persen beda. Yaitu membawakan dengan tem po lambat. Berbeda dengan versi sebelumnya dari The Beatles yang dibawakan dengan tempo cepat. Sementara lagu “Hey Joe” yang aslinya dibawakan The Leaves di tahun 1965, tetapi penikmat musik lebih mengenal “Hey Joe” sebagai lagunya Jimi Hendrix & The Experience di album Are Experience? (1967). Selain itu ada pula lagu “I’m So Glad” yang dibuka dengan “Prelude” hasil arransemen mereka, lagu “I’m So Glad” bisa dikatakan sebagai lagu paling tua. Karena lagu ini merupakan karya Skip James, musisi blues Amerika yang populer tahun 1931. Sementara “Hush” bisa dikatakan lagu paling gress, karena merupakan lagu soul yang dibawakan kali pertama oleh Joe South pada tahun 1967.

Bukan hal yang aneh, jika pada akhirnya, di album pertama Deep Purple ini justru menjagokan lagu “Hush” yang merupakan lagu daur ulang. Sekali lagi, sebagai band pendatang baru saat itu, Deep Purple berupaya mencari popularitas di zona yang aman. Berikut review album Deep Purple â€" Shades of Deep Purple:

And The Address: sound organ dari Jon Lord membuka lagu ini dan seolah semakin keras suaranya. Seolah seperti membawa ke suasana di ruang angkasa. Seperti yang biasa dimainkan dalam nuansa musik psychedelick. Kemudian muncul hentakan drum Ian Paice yang berunision dengan dentaman bas Nick Simper dan genjrengan gitar Ritchie Blackmore. Selanjutnya hentakan musik berubah menjadi rock up tempo dan dipadu dengan unsur pop serta soul di dalamnya. Ritchie Blackmore banyak memberi peran dari permainan gitarnya yang sebenarnya sudah mengarah ke corak bluessy dan rock. Tak ketinggalan Jon pun turut menyumbangkan permainan organnya yang ekspressif. Lagu ini ditutup dengan unision antara hentakan drum, bas, dan gitar, serta permainan gitar yang ekspressif dari Ritchie Blackmore.

Hush: terdengar seperti suara anjing yang menyalak 3 kali. Kemudian muncul hentakan unision antaran suara drum, bas, sedangkan Ritchie asyik m emainkan drive-drive gitarnya sendiri. Selanjutnya, Jon memainkan organnya yang berlanjut dalam irama soul up tempo dan diisi dengan suara koor para personel sepanjang 2 bar. Lalu vokal Rod Evans masuk ke bagian verse yang berlanjut dengan koor para personel sepanjang 2 bar. Terus masuk ke bagian reffrain yang dinyanyikan secara bersama. Bagian jeda lagu ini menyajikan permainan organ dari Jon yang ekspressif.

One More Rainy Day: dibuka dengan suara efek guntur dan hujan. Kemudian menyusul permainan organ dari Jon yang arpegio sepanjang 4 bar. Baru pada bar ke-2 muncul permainan drum yang variatif dari Ian Paice. Baru kemudian saat vokal Rod Evans masuk ke bagian verse, hentakan berubah menjadi funk bit mid tempo. Lagu ini di bagian reffrain dibawakan secara koor dengan para personel lainnya.

Prelude: Happiness/I’m So Glad: suara feedback yang dihasilkan dari permainan gitar Ritchie membuka lagu ini, menyusul unision antara suara dru m dari Ian Paice dan dentaman bas Roger, serta permainan organ dari Jon. Selanjutnya menyajikan hentakan musik berirama mars dan mengandalkan permainan organ dari Jon yang ekspressif. Lalu muncul unision yang bertubi-tubi seperti yang kemudian mereka lakukan dalam lagu “Child in Time”. Saat masuk ke komposisi “I’m So Glad”, hentakan musik berubah menjadi rock up tempo dan mengiringi vokal Rod Evans di bagian reffrain terlebih dulu dan berlanjut ke bagian verse. Pada komposisi ini, giliran Ritchie memainkan drive-drive gitar yang terdengar biasa saja.

Mandrake Root: dibuka dengan suara angin sebagai suara efek. Kemudian menyusul drive-drive gitar Ritchie Blackmore yang beriring dengan fil in drum Ian Paice dan dentaman bas Nick Simper, lalu berlanjut dalam irama blues-soul dalam tempo mid yang juga mengiringi vokal Rod Evans di bagian verse. Namun saat masuk ke bagian reffrain justru tampil dalam irama hustle non hit hat. Gaya menyanyi Rod Evans tak ubahnya seorang penyanyi blues. Bagian jeda lagu ini sempat menyajikan permainan drum Ian Paice yang variatif tetapi cepat dan beriring dengan permainan organ dari Jon Lord nan cepat. Berlanjut giliran drive-drive gitar yang dimainkan Ritchie Blackmore dalam gaya permainan semakin lama liar.

Help: suara efek sound kibor yang dimainkan Jon membuka lagu ini, menyusul permainan organ dari Jon dan beriring dalam hentakan pukulan hit hat Ian Paice dalam tempo lambat berbirama 2/4. Permainan Jon pada bagian intro lagu ini menampilkan nada-nada mistis khas etnik India. Selanjutnya, vokal Rod Evans masuk ke bagian verse tanpa iringan hentakan musik, dan hanya diiringi petikan gitar Ritchie serta permainan organ Jon. Selanjutnya saat masuk ke bagian verse kedua, vokal Rod diiringi hentakan musik berirama slow bit funk. Bagian jeda lagu ini, menampilkan permainan organ Jon yang liar dan ekspressif. Menyusul kemudian drive-drive gitar Ritchie yang bluessy.

Love Help Me: suara efek gitar dari Ritchie membuka lagu ini. Kemudian muncul unision antara permainan drum dari Ian Paice dengan dentaman bas Nick Simper, dan organ dari Jon sepanjang 4 bar. Selanjutnya, musik menghentak dalam irama rock pop-soul mid tempo yang mengiringi vokal Rod Evans di bagian verse dan reffrain. Bagian jeda lagu ini menampilkan unision antara suara drum, bas, dan organ, yang berselingan dengan drive-drive gitar. Namun sayang terlalu singkat.

Hey Joe: dibuka dengan suara efek sirine ambulance, yang diikuti dengan suara organ dari Jon sepanjang 4 bar. Kemudian muncul unision antara suara drum, bas, dan organ yang mengiringi drive-drive gitar dari Ritchie Blackmore sepanjang 4 bar. Lalu menyusul mengiringi permainan organ dari Jon yang cukup panjang. Lalu muncul sound efek permainan organ yang seolah membumbung tinggi bagai mengajak pendengar ke ruang angkasa menumpang pesawat ruang angkasa. Selanjutnya, vokal Rod masuk ke bagia n verse dan reffrain dalam iringan musik slow bit funk blues.
(Nugroho Wahyu Utomo/CN40/SM Network)
Album Tempo Doeloe, adalah rubrik yang membahas musik Indonesia/manca lama. Rubrik ini hadir setiap hari selasa.

Sumber: Suara Merdeka

COMMENTS

Tulis Artikel
Nama

Bisnis,219,Dunia,133,Edukasi,105,Hiburan,26,Nasional,336,Olahraga,230,Politik,39,Sains,10,Teknologi,14,
ltr
item
Berita 24 Indonesia: Album Tempo Doeloe
Album Tempo Doeloe
http://berita.suaramerdeka.com/entertainment/konten/uploads/2017/04/Deep-Purple-Shades-of-Deep-Purple-300x180.jpg
Berita 24 Indonesia
http://www.berita24.com/2017/04/album-tempo-doeloe_30.html
http://www.berita24.com/
http://www.berita24.com/
http://www.berita24.com/2017/04/album-tempo-doeloe_30.html
true
8873009527769896651
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy